Takabbur dan kesombongan harus dijauhi dan dihindari, dan semua perjalanan hidup tentu dapat diambil hikmahnya. Beberapa hari penulis absen tidak mengisi blog ini karena kondisi kesehatan penulis yang kurang fit. Ketika libur tanggal merah di kalender dua hari yaitu hari Ahad dan hari Senin, jauh hari keluarga merencanakan untuk silaturrahmi ke tempat adik H. Fuad di Cepu Jawa Tengah. Hari Sabtunya tanggal 21 Januari 2012 penulis membeli benih pohon durian montong dari Thailand dua batang yang sudah berumur satu tahun. Sepulang kantor langsung penulis menuju kebun keluarga di Bantul, karena sudah demikian sore dan lama penulis tidak menjenguk atau pergi ke kebun sehingga kondisi yang tidak penulis bayangkan sebelumnya. Pohon rambutan, pohon nangka, buah sarikaya dan markisah smua sedang ada buahnya, Alhamdulillah saya ambil sampel buah rambutan untuk memastikan anak-anak, dan Ahad paginya siap kami ajak ke kebun untuk menanam benih durian sekaligus memetik buah-buahan tadi. Ternya yang mau diajak ke kebun adalah dua anak yang paling muda sebab semua kakaknya ada kegiatan yang tidak bisa ditinggal. Okey, meluncurlah kami bertiga ke kebun keluarga kami. dengan membawa alat secukupnya penulis tanam pohon durian montong di dua tempat yang berjauhan, dengan harapan empat atau lima tahun lagi dapat dipetik buahnya. Kemudian pelan-pelan kami unduh buah rambutan memperoleh satu kardus dan buah nangka memperoleh satu karung, kami bawa pulang, demikian pula buah sarikaya dan buah markisah yang sudah tua dipetik sendiri oleh anak termuda, Ifa. Sudah tentu seperti habis olah raga penulis mandi keringat meskipun pagi itu sudah mandi sepulang dari kebun mandi lagi, sebab siap-siap untuk menghadiri pengajian routin kantor isteri yang tempatnya di Krapyak. Alhamdulillah acara pengajian cepat selesai sehingga kami sekeluarga siap-siap untuk silaturrahmi ke Cepu.

Olah Raga dan Olah Rasa serta Olah Jiwa
January 22, 2012Jika seseorang melaksanakan kebiasaan olah raga secara routin itu lebih baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran raga atau tubuh. Di sisi lain seseorang yang sering mengolah rasa dengan menimbang-nimbang apa yang akan diperbuat atau diucapkan dan juga ditulisnya apakah akan memberi dampak negatif bagi orang atau kelompok di luar diri dan kelompoknya ini sementara yang disebut dengan olah rasa. Bukan yang dalam istilah jawa ngrasani atau menggunjing malah menjadi negatif dan memang dilarang oleh Islam adanya ghibah atau namimah. Maka dalam istilah falyaqul khoiran au liyasmut jika diartikan berkatalah yang baik atau diam, bisa dikembangkan menjadi falya’mal khairan atau falyaktub khairan dan seterusnya yang menjadi penekanan dalam berbuat adalah adanya khairan atau kebaikan dalam setiap aktifitas seseorang. Sehingga jika dalam menimbang dan mempertimbangkan apa yang diperbuat tidak mendatangkan kebaikan stop dan jangan diteruskan. Olah jiwa dalam olah jiwa ini teringat akan hadits yang berbunyi laisal ghina ‘an kasratil aradhi walakinnal ghina ghinannafsi bukankah yang disbut dengan orang yang kaya dengan banyaknya harta tetapi yang dikatakan orang yang kaya adalah mereka yang memiliki kekayaan jiwa. Dalam istilah Jawa jembar segarane jika dibahasa Indonesiakan menjadi luas lautnya, diibaratkan laut atau samudra dengan air yang sekian juta kibik dan luasnya melebihi daratan masyaAllah. Ketiga olah di atas diantaranya dapat dilakukan oleh seseorang dalam melaksanakan ibadah Shalat. Ibadah shalat yang didirikan oleh kaum muslimin dan mukminin memiliki makna yang agung dalam rangkan membangun dan menyadarkan seseorang. Terlebih lagi jika seorang muslim mendirikan shalat dengan berjama’ah di masjid tentu dapat memberi nilai tambah kebaikan yang tak terhingga.

Camat Depok Sleman
January 21, 2012Perkenalan dengan Camat Depok Sleman di SMP Negeri 1 Depok hari ini memberikan semangat kepada pendidik dan tenaga kependidikan SMP-MTs di wilayah kecamatan Depak yang mengikuti acara Pembinaan Rohani dengan tema Peran Masyarakat Sekolah dalam Membangun Kewilayahan Kecmatan Depok. Camat Depok bapak Drs. Krido Suprayitno, SE.,MSi. memohon do’a restu dan kerjasamanya dalam mengembangkan Depok melalui pendidikan. Camat Depok yang pernah memimpin wilayah kecamatan Berbah dan kecamatan Turi serta memperoleh penghargaan Kalpataru ketika di kecamatan Berbah dan harapannya tahun ini di Depok juga memperoleh penghargaan Keanekaragaman. Camat juga titip akan tiga hal 1. Sukses kelembagaan, 2. Sukses program dan 3. Sukses Ujian Nasional. dan jika pendidik dan tenaga kependidikan ingin membantu anak-anak atau peserta didik adalah saat sekarang ini dengan memberikan bekal persiapan yang cukup dalam menghadapi Ujian Nasional. Camat juga mengajak untuk berprestasi dan memenangkan persaingan melalui penguatan kapasitas perubahan perilaku budaya Jawa yang mendinamisasikan pendidikan, dengan harapan semangat kota Depok menjadi kota IDAMAN. Jika dahulu ketika di Brebah sebagai kota Gumringah sekarang di Depok berharap menjadi kota IDAMAN sebagai singkatan dari kota Depok sebagai kota Intelektual, Dinamis, Nyaman atau Manusiawi. Akhir dari penyampaiannya dalam acara ini adalah menyampaikan pesan Bupati Sleman bahwa dalam tahun 2012 Sleman mendapt penilaian Wajar Tanpa Pengecualian dan BOS di Sleman tahun 2012 dan 2013 jangan jadi masalah sehingga mampu mengantarkan Sleman mendapatkan Adipura Edukasi.

Selamat Jalan AIPTU Susilo
January 21, 2012Baru saja penulis mendapat tamu istimewa bapak AUPTU Susilo yang selama ini bertugas di Polsek Depok Timur, dan memberitahukan kepada penulis bahwa beluau mulai tanggal 18 Januari 2012 mutasi ke Polres Sleman. Penulis yang sudah demikian akrab dengan pak Susilo dalam melaksanakan tugas dinas sebagai Babinsa di wilayah Polsek Depok Timur meliputi tempat kerja kami MTsN Maguwoharjo. Berbagai kasus yang melibatkan siswa kami atas dorongan dan bantuan moril mampu siselesaikan dengan baik dan tanpa menimbulkan ekses negatif. Dan selama ini beliau sangat pro aktif dalam menyelesaikan kasus yang melibatkan siswa kami baik ketika berkomunikasi dengan sekuriti dan guru BK serta wakamad kesiswaan. Selamat jalan pak Susilo semoga lancar dalam menjalankan tugas dan kewajiban sehari-hari. Amin

Perlu Kesabaran Mendidik Siswa
January 21, 2012Rio, Riky dan Heru sebagai contoh teman satu kelas yang setia sehingga ke mana-mana mereka hampir selalu bersama. Saat istirahat sekolah dan juga saat istirahat habis olah raga, saat habis olah raga penulis melihat mereka berada di luar mushalla menikmati jajanan dan ikan hiar di kolam ikan, tetapi di sekitar mereka ada beberapa sampah bekas bungkus makanan dan ketika penulis minta tolong dengan mereka dengan suka rela mereka menaruh sampah pada tempatnya. Kami lihat pada ke tiga anak kami ini masih terdapat kebaikan-kebaikan seperti contoh di atas manakala diminta tolong untuk menaruh sampah di tempat tong sampah madrasah. Jika semua siswa MTsN sadar se sadar-sadarnya dalam menaruh bekas makanan jajanan pada tong yang tersedia maka MTsN Maguwoharjo akan kebih bersih kebih indah dan lebih nyaman di huni. Memeng perlu kesabaran dalam usaha mendidik para siswa di madrasah yang keadaan siswanya seperti anak kami ini. Ke tiga anak kami ini memiliki kreatifitas yang tinggi pula terlihat ketika penulis mengajar di kelasnya muncul pertanyaan-pertanyaan kreatip dari anak-anak kita ini. Dan nampak kebiasaan anak-anak kita ini sanang duduk di bangku paling belakang tetapi mana kala penulis sedang berada di kelasnya penulis minta mereka mengisi kursi di depan yang masih kosong, dan mereka dengan senang serta suka rela duduk di kursi paling depan. Harapan mereka lebih sungguh-sungguh dalam belajar dan juga memerlukan perhatian teman-teman guru lainnya yang mengajar di kelasnya. Sehingga anak-anak seperti mereka dengan senang dan sungguh-sungguh dalam belajar yang akhirnya mampu menguasai kompetensi yang ditetapkan.

Terlambat Lari dan Segera Masuk
January 21, 2012Unik memang siswa MTsN Maguwoharjo Depok yang sering terlambat memang jika diteliti yang sering terlambat siswa itu-itu saja. Manakala terlambat dan jalannya lambat seperti pengantin baru menjadikan guru terutama guru piket mengingatkan “lari dan segera masuk kelas sebab sudah terlambat” ini bagi yang terlambat beberapa saat untuk toleransi tetapi yang benar-benar terlambat harus meminta surat ijin masuk kepada guru piket dengan memberikan alasan yang benar. Namun seandainya guru yang terlambat masuk kelas tentu memiliki alasan yang tepat mungkin jadwal mengajarnya tidak di pagi hari dan alasan lain yang berada di luar dugaan. Tetapi manakala guru ada jadwal pada jam awal dan tidak mengindahkan dengan jalan sengaja terlambat, sering terlambat atau biar terlambat, tanpa alasan yang bisa dipertanggung jawabkan dari segi manapun, ini termasuk dosa besar bagi seorang guru yang demikian. Hal yang demikian mungkin hanya ada pada sekolah atau madrasah yang tidak atau kurang bermutu atau kurang atau tidak berkualitas. Mungkin hal yang demikian pernah terbersit dan dilakukan oleh seorang guru tiada jalan lain selain segera bertobat dan memperbaiki sikap dan perbuatannya. Mungkin rekan guru yang pernah melakukan demikian karena alasan tertentu misalnya tidak cocok dengan teman, tidak cocok dengan kepala atau memang guru tersebut mendapat julukan malas atau pemalas. Jika ditemui guru yang demikian maka tugas kepala sekolah atau madrasah adalah dengan jalan membina guru itu, dan manakala sudah dibina tidak ada perubahan guru yang demikian sebagaimana wejangan dan silaturrahmi bapak kakanwil DIY saat ke MTsN Maguwoharjo Depok minggu lalu maka sudah saatnya guru itu dibinasakan. Meskipun banyak tafsiran dibinasakan seperti apa tetapi yang jelas rekan guru yang baik tidak demikian adanya. Apalagi teman dan rekan guru yang sudah diperhatikan kesejahteraannya oleh pemerintah bahkan yayasan bagi yang mengajar di madrasah atau sekolah swasta semuanya saja tidak ada jalan lain untuk tetap komitmen dalam tugas dan tanggung jawab yang diembannya dengan upaya tidak terlambat masuk kelas sesuai jadwal yang ada. Alhamdulillah upaya semua guru di MTsN Maguwoharjo Depok untuk bisa hadir dalam proses pembelajaran di kelas sesuai dengan jadwal yang telah ada. Majulah MTsN Maguwoharjo Depok.

Kampung Nayan di Pagi Cerah
January 20, 2012Pagi yang cerah dan sedikit mendung dan kabut seluruh siswa guru dan pegawai MTs. Negeri Sleman di Maguwoharjo melaksanakan senam pagi Indonesia bersama mulai pukul 07.00 hari ini Jum’at, 20 Januari 2012 dikomando oleh bapak Aris Junaedi, S.Pd. semua melaksanakan senam dengan serempak diiringi musik Senam Pagi Indonesia. Senam pagi yang secara routin dijadwalkan setiap Jum’at mulai pukul 07.00 telah mampu memberikan semangat kepada siswa guru dan pegawai dalam menjaga kesehatan dan kebugaran badan, dan dengan badan yang sehat serta bugar diharapkan mampu mengikuti aktifitas pendidikan dan pembelajaran dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di madrasah. MTs. Negeri Sleman di Maguwoharjo bertempat di kampung Nayan Desa Maguwoharjo Kabupaten Sleman meskipun berada di perkampungan dan tentu jauh dari kebisingan dan keramaian kota. Jarak lebih kurang 300 m dari ring road timur Yogyakarta dan 600 m dari jalan Solo atau Laksda Adisucipto cukup strategis dan mudah dijangkau siswa yang bertempat tinggal di lingkungan sekitar walaupun terkadang dengan jalan kaki melaui jalan yang sudah dikeraskan sehingga tidak becek dan jalan dari arah selatan sudah diaspal dengan baik. Hampir lima puluh persen siswa diantar oleh orang tua atau saudaranya dengan kendaraan bermotor selebihnya pergi ke sekolah mengendarai kendaraan sendiri berupa sepeda dan sebagian kecil naik angkutan kota dilanjutkan jalan kaki. Alhamdulillah siswa dan guru di hampir semuanya tidak ada yang terlambat, jika terlambat itu bukan kesengajaan dan sudah terhitung banyak hari siswa dan guru tidak ada yang terlambat masuk medrasah. Di dekat pintu masuk MTs. Negeri Sleman Maguwoharjo dijaga oleh security dan terpampang tulisan yang cukup menyolok “ALHAMDULILLAH AKU TIDAK TERLAMBAT”, dari tulisan yang sudah terpasang lebih dari satu tahun mampu menyemangati guru dan siswa untuk tidak terlambat, meskipun tulisan ini artinya sama saja jika AKU diganti dengan SAYA. Memang nampaknya akan lebih halus jika AKU diganti SAYA. Selain kondisi di atas, di MTs. Negeri Maguwoharjo semua kelasnya mulai Januari 2012 berada di bangunan atas sehingga mudah lancar untuk komunikasi serta kelancaran proses pembelajaran di kelas. Dengan warna khas Kementrian Agama DIY didominasi warna hijau, meskipun masih ada sisa-sisa warna pintu dan jendela yang berwarna coklat tua se warna dengan kayu tidak mengurangi kesejukan dan keserasian bangunan madrasah, dan tanaman-tanaman di taman dan pot-pot bungan juga selalu di pelihara dan dirawat dengan baik. Semoga kondisi yang serasi sehat segar dan cerah setiap saat di kampung Nayan mampu mengangkat dan meningkatkan prestasi belajar semua peserta didik dan mampu mengantarkan peserta didik yang berakhlak mulia, cerdas dan trampil serta mampu menghadapi masa depan (MUDA TAMPAN) yang sekaligus menjadi Visi dari MTs. Negeri Sleman di Maguwoharjo.

TPM ke-2 SMP-MTs Kabupaten Sleman
January 19, 2012Di posisi 61 dari 126 dari seluruh SMP-MTs di kabupaten Sleman cukup menggembirakan bagi siswa siswi kelas IX MTs. Negeri Maguwoharjo Depok Sleman. Harapan dalam menghadapi serangkaian ujian tahun ini mampu mengantarkan seluruh peserta didik kelas IX di MTsN Maguwoharjo memperoleh hasil atau nilai yang baik dan lulus semuanya. Untuk sekolah MTs. Negeri yang berjumlah 10 MTsN pada TPM ke-2 ini menduduki posisi ranking dua setelah MTsN Yogyakarta 1 yang tetap berada pada puncak diantara MTsN di kabupaten Sleman. Semangat kemajuan yang setiap saat didengungkan dan dicontohkan oleh seluruh stakeholder madrasah mudah-mudahan mampu mengantarkan MTsN Maguwoharjo yang meskipun berlokasi di perkampungan tetapi tentang prestasi semoga selalu meningkat menjadi baik bahkan mendekati terbaik. Amin

Sadar akan Nilai Kebaikan melalui Ibadah
January 19, 2012Tidak jarang orang yang mendapatkan hidayah atau petunjuk dan bimbingan dari Allah SWT, dan berapa banyaknya orang yang terbelenggu dalam kedurjanaan maksiyat dan kehinaan. Sadar akan perbuatannya yang menyalahi baik dilihat dari aturan negara maupun norma agama sehingga seseorang putus hubungan dengan perpuatan yang selama ini dilakukan dan ternyata salah keliru dan dosa. Zina, judi, minuman keras, mencuri atau merampok, membunuh adalah contoh yang dilakukan dalam kebiasaan adat Jawa lama yang mungkin sampai saat ini masih terlihat sisa-sisanya baik yang masih bergaya lama maupun dengan gaya modern sesuai keadaan jaman ini. Menjauhkan raga pikiran perasaan hati dan apa saja yang mengarah kepada laku maksiyat dan syaithoniyah akan mampu membawa kebaikan kemaslahatan untuk membangun diri keluarga dan masyarakat serta lungkungan yang lebih baik dan utama melalui berbagai bentuk peribadatan. Shalat, puasa, zakat, dan haji sudah tidak asing bagi kaum muslimin dan mukminin sejak disampaikan ajaran dan tata-cara ibadah pada masa Rasulullah SAW dilanjutkan oleh para sahabat beliau terutama para Khulafaurrasyidin demikian pula para atbauttabi’in dan pada masa sesudahnya sampai sekarang dan insyaAllah sampai hari kiamat nanti. Ya ayyuhalladzina amanudhulu fissilmi kaffah wa la tattabi’sysyaithon innahu lakum ‘aduwwummubin demikian Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur’an QS. al-Baqarah ayat 208 yang terjemahnya “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”. Ayat-ayat sebelum ayat 208 surah al-Baqarah ini menggamparkan tentang peribadatan terutama ibadah haji. Jika disimak sejak ayat 196 terjemahannya adalah: 196. Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban (Yang dimaksud dengan korban di sini ialah menyembelih binatang korban sebagai pengganti pekerjaan wajib haji yang ditinggalkan; atau sebagai denda karena melanggar hal-hal yang terlarang mengerjakannya di dalam ibadah haji. ) yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu[Mencukur kepala adalah salah satu pekerjaan wajib dalam haji, sebagai tanda selesai ihram. ], sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. 197. (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi[Ialah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijjah], barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats[Rafats artinya mengeluarkan perkataan yang menimbulkan berahi yang tidak senonoh atau bersetubuh], berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa[Maksud bekal takwa di sini ialah bekal yang cukup agar dapat memelihara diri dari perbuatan hina atau minta-minta selama perjalanan haji] dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. 198. Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam[Ialah bukit Quzah di Muzdalifah]. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. 199. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 200. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu[Adalah menjadi kebiasaan orang-orang Arab Jahiliyah setelah menunaikan haji lalu bermegah-megahan tentang kebesaran nenek moyangnya. Setelah ayat ini diturunkan maka memegah-megahkan nenek moyangnya itu diganti dengan dzikir kepada Allah], atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. 201. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”[Inilah doa yang sebaik-baiknya bagi seorang muslim]. 202. Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. 203. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang[Maksud dzikir di sini ialah membaca takbir, tasbih, tahmid, talbiah dan sebagainya. Beberapa hari yang berbilang ialah tiga hari sesudah hari raya haji yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijjah. Hari-hari itu dinamakan hari-hari tasy'riq]. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya[Sebaiknya orang haji meninggalkan Mina pada sore hari terakhir dari hari tasy'riq, mereka boleh juga meninggalkan Mina pada sore hari kedua], bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya. 204. Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras. 205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan[Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggoncangkan iman orang-orang mukmin dan selalu mengadakan pengacauan]. 206. Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. 207. Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya. Sebagai bahan muhasabah dan introspeksi serta renungan dalam kehidupan kita semua kaum mukminin dan mukminat muslimin dan muslimat dalam tetap sadar akan nilai kebaikan melalui peribadatan yang dilakukan dan didirikan. Jika kita simak sesudah ayat 208 dari surat al-Baqarah terjemahannya adalah : 209. Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 210. Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan[Naungan awan bersama malaikat biasanya mendatangkan hujan yang artinya rahmat, tetapi rahmat yang diharap-harapkan itu tidaklah datang melainkan azab Allah-lah yang datang], dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan. Sekali lagi semoga kita semua sadar se sadarsadarnya akan pemberitaan yang agung dari kitab Allah SWT.

Pak Mingan dan Bu Santa Warga RT Kami
January 19, 2012Sudah jalan bulan yang keempat penulis sehabis shalat jama’ah Shubuh di masjid terus memasak air untuk dibuat minuman teh dimasukkan dalam jumbo persediaan minum keluarga dan para pekerja yang sedang merehab rumah tinggal kami. Perhatian penulis tertuju kepada tetangga kami yang tinggal di selatan sumur umum yaitu bapak Mingan dan ibu Santa yang hampir setiap pagi sehabis shalat Shubuh setia dengan air di sumur umum terlebih manakala pompa air sumur umum RT kami sudah bisa difungsikan dengan baik, meskipun bisa saja air diambil dengan menimba. Penulis lebih suka mengambil air di sumur dengan menimba sebab untuk olah raga dan kesehatan dan juga selama tinggal di desa terbiasa menimba air di sumur rumah orang tua kami. Penulis agak heran mengapa pak Santo setiap penulis mengambil air selalu melakukan aktifitas mencuci pakaian dan bu Santa dengan mencuci piring gelas atau lainnya, sehingga dua orang pak Mingan dan bu Santa yang nampak di sumur umum ketika penulis mengambil air. Pasangan keluarga yang sudah lansia ini mendapat perhatian penulis sebab pak Santo yang sebagai penarik becak di usia senja masih nampak sehat tenaganya setiap hari menarik becak dan meskipun perawakannya sedang saja karena sudah tua dan nampak kurus. Perjuangan hidup mereka nampak cukup berat, pantas manakala beliau mendapatkan santunan. Sejak dulu rumah beliau tepat di selatan sumur umum RT 45 RW 13 yang bangunan rumahnya menyatu dengan sumur umum sehingga sangat strategis dalam ikut memanfaatkan sumur umum. Tetapi tidak jarang juga ketika pompa air yang sering hidup ketika pompa lama ada dan belum di ganti seperti sekarang meskipun hidup seharian tapi airnya sedikit keluar dan tentu tidak bisa memenuhi bak atas sehingga bak penampungan air di atas selalu kosong. Namun sudah dua bulan dari sekarang setelah pompa air diganti baru dan dipasang dengan baik oleh bapak Ngadiman (tukang profesional di kampung kami) alhamdulillah air bisa berjalan lancar dan warga sekitar dapat menggunakannya dengan baik. Tetapi terkadang masih ada warga yang kelupaan mematikan pompa air sedangkan bak penampungan air sudah penuh. Ini terkadang yang menjadi sasaran minta tolong adalah pak Mingan dan bu Santa yang paling dekat dengan sumur, terutama bu Santa yang selalu ada di rumah. Meski terkadang yang menyalakan pompa air bukan beliau berdua tetapi pengguna sumur umum lainnya. Menghidupkan dan mematikan pompa air di sumur umum memerlukan perjuangan dan jika warga tidak atau kurang paham keadaan, pak Mingan dan bu Santa sebagai sasaran kesalahan manakala pompa air rusak atau tidak bisa dipakai, padahal pemakai air bak di sumur umum RT kami adalah bukan hanya mereka berdua. Beberapa keadaan pak Mingan adalah beliau yang bisa ditulis disini adalah beliau ketika pertama kali penulis tinggal di kampung Rotowijayan beberapa kali penulis lihat pernah mengumandangkan seruan adzan di masjid Kagungan nDalem Rotowijayan dan beberapa kali di tahun dua ribuan pernah mengumandangkan adzan di masjid al-Amin Rotowijayan dan termasuk seorang yang rajin menghadiri pengajian. Di usia senja yang nampak sehat seperti bapak Mingan sayang manakala disia siakan waktunya untuk mencari nafkah tapi tidak tau ibadah. Tetapi penulis berhusnudhan bahwa pak Mingan adalah rajin ibadah meskipun akhir-akhir ini nampak jarang terlihat ke masjid untuk shalat jama’ah, meskipun tempat tinggalnya dekat masjid. Sedangkan tentang bu Santa yang pernah secara langsung menyampaikan ke penulis tentang kegelisahan beliau bahwa “bagaimana pak belakang rumah saya kok penuh dengan pot bunga atau tanaman”, nampak terbersit orang atau warga yang hidupnya paspasan atau kekurangan ini memelas mohon didengar keluhannya. Secara langsung penulis jawab “Yang mana bu? “Barat rumah saya”, jawab beliau. “Ya dicoba sampaikan sendiri dengan yang punya tanaman” lanjut jawaban saya. “Nggak berani” jawab bu Santa. Apalagi saya bu bukan tempat saya nanti saya yang dibenci dan tidak disukai oleh yang punya tanaman. Beginilah kondisi posisi seperti keluarga pak Mingan dan ibu Santa yang mengeluhkan barat rumah beliau dipenuhi dengan pot bunga oleh tetangga sebelahnya. Memang bunga atau tanaman dengan pot yang ditata dengan rapi dan indah dapat memberikan keindahan kesejukan dan penghasil oksigen untuk makhluk hidup yang ada di sekitarnya termasuk manusia, tetapi tanaman dan bunga yang ditaruh dalam pot atau taman yang tidak terurus selain mengurangi keindahan juga nampak kumuh jorok dan lembab. Sehingga tergantung dari sisi mana kita melihat kondiri bungan dan tanaman yang ada dalam pot. Tenggang rasa atau tepo seliro yang tinggi di kampung tempat tinggal kami mampu mencairkan kondisi yang terkadang memunculkan masalah jika warga tidak punya hati, perasaan (roso) dan akal. Tinggal di suatu komunitas warga yang heterogen seperti di RT dan RW kampung kami memerlukan kepekaan rasa sehingga tidak mudah tersulut emosi apalagi emosi yang tidak terkendali. Cukup banyak kondisi warga wilayah kami yang dapat dijadikan contoh atau tuladha. Harapannya semoga tinggal di kampung yang heterogen seperti di Rotowijayan RW 13 kelurahan Kadipaten amat sangat memerlukan olah tenggang rasa dan prakarsa yang tingga serta kesabaran dalam menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin timbul di permukaan. Sebagai contoh saja saat perjudian yang pernah marak di RT 45 RW 13 kelurahan Kadipaten yang sempat masuk media massa di tahun 2004 adalah satu diantara contoh-contoh yang jangan sampai terulang kembali demi kebaikan dan ketentraman kampung Rotowijayan khususnya di RT 45 dan atau RW 13. Dan juga jika penulis mengingat memori di masa awal tinggal di Rotowijayan rumah tinggal kami yang ketika itu ngindung kepada Kadang Kadeyan Mangkubumen Kraton Yogyakarta, bahwa hampir tiap malam atau pagi di depan pintu ruang utama rumah tinggal tinggal kami sebagai ajang perjudian kartu domino, manakala bola lampu kami matikan malahan bola lampunya raib atau hilang, akhirnya dengan bersabar dan lampu yang baru kami pasang kami tutup dengan botol gelas sehingga tidak hilang lagi, dan Alhamdulillah sekarang semua sudah berlalu lenyap dan musnah berupa perjudian atau permainan kartu domino dari depan pintu rumah kami. Harapannya semoga tempat tinggal kami dapat kita huni bersama dengan tetap menjaga keamanan ketentraman kedamaian kebersihan keindahan sehingan kita semua yang tinggal di wilayah kampung kami merasa aman-nyaman-tentram jauh dari gangguan ancaman bencana atau mala petaka. amin.