h1

Pendidikan Holistik UNESCO

August 18, 2014

Pendidikan yang holistik menurut UNESCO adalah pendidikan untuk mengetahui, pendidikan untuk melakukan, pendidikan untuk keberadaan, dan pendidikan untuk hidup bersama (education is a learning how to know, learning how to do, learning how to be, and learning how to live together or to live with others).

h1

Periode Baru Sejarah Madrasah

August 15, 2014

Di DI Yogyakarta semua madrasah menggeliat membangun sejarah baru dengan penguatan-penguatan dan brand image terhadap madrasah. Arahan di hari terakhir diklat penguatan kapasitas kepala madrasah se DIY oleh Kasi PTK Kanwil Kemenag DIY bapak Drs. Imam Khoiri sehingga memerlukan penyesuaian-penyesuaian baru. Pada hari yang ke dua kemaren memperoleh sesi Marketing dan Publik Relation Madrasah yang diantarkan oleh narasumber bapak Dr. Subhan Afifi, M.Si. dari UPN Veteran Yogyakarta. Diantaranya mampu memanfaatkan media massa untuk memasarkan madrasah dan bagaimana masyarakat mau menggunakan jasa madrasah sehingga perlu adanya team yang menggarap branding madrasah. Mampu mengedukasi publik agar mau menggunakan jasa madrasah. Pada hari yang ke empat ini dengan tema Pengembangan Kultur Unggul Madrasah, Strategi Pembentukan Karakter Siswa, Design Strategi Perubahan, dan Presentasi Design Strategi Perubahan yang dipandu oleh bapak Dr. Muqowim. Yogyakarta akan dijadikan reverensi madrasah yang unggul di Indonesia ini menjadi impian jangka menengah dan jangka panjang stakeholder di Yogyakarta. Impian ini diungkapkan selain oleh bapak Imam Khoiri dengan serangkaian program secara integral dan komprehensif untuk peningkatan kualitas madrasah ke depan. Masing-masing madrasah menetapkan team pemandu perubahan dalam membangun rivalitas secara positif di masing-masing madrasah dengan person yang koncern dan terbatas termasuk kepala madrasah.

h1

Peningkatan Kapasitas Kepala Madrasah se-DIY

August 14, 2014

Hari yang ke tiga pada empat hari yang direncanakan pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kepala Madrasah se DIY di PSBB MAN Yogyakarta 3 dengan sesi Marketing dan Publik Relation Madrasah yang dipandu oleh Dr. Subhan Afifi, M.Si. Ketua Progran Studi Komunikasi UPN Feteran Yogyakarta. Pada hari pertama menerima arahan dari Kepala Seksi PTK Kanwil Kemenag DIY bapak Drs. Imam Khoiri, MA dilanjutkan dengan sesi Supervisi Akademik dengan narasumber bapak Drs.H. Aris Munandar, M.Pd. widyaiswara LPMP Yogyakarta. Diantaranya bahan supervisi akademik oleh kepala madrasah yang telah ditayangkan dan diperlihatkan dalam berbagai tulisan bertujuan; mengembangkan guru dalam mengembangkan kompetensinya, mengembangkan kurikulum, mengembangkan KKG, membimbing PTK. Dan hasil supervisi akademik sebagai sumber informasi pengembangan profesionalisme guru. Diantara kelemahan guru adalah memahami materi esensial sehingga mampu menanamkan prinsi-prinsip sistimatis, obyektif, realistis, antisipatif, konstruktif, kekeluargaan, demokratis, aktif, humanis, terpadu dan komprehensif. Dimensi substantif adalah empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru profesional yaitu; kompetensi kepribadian, kompetensi paedagogis, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Pada hari ke dua diawali siang hari hari pertama sesi yang dipandu oleh narasumber RUA Zaenal Fanani dengan mengingatkan agar kepala madrasah sadar akan peringkat sebagai tantangan kepemimpinan serta menggunakan logika menggunakan berbagai usaha dan cara untuk meningkatkan peringkat yang diperoleh. Sesi kepemimpinan yang dipandu oleh bapak Zaenal Fanani dengan rumusan kepemimpinan merupakan serangkaian proses mempengaruhi, menggerakkan, mendorong, membimbing orang-orang untuk mencapai tujuan bersama. Ketrampilan pokok kepemimpinan adalah melihat, mempengaruhi dan mengelola, melihat diantaranya dengan analisis SWOT. Impian akan generasi emas di tahun 2045 setahun HUT Kemerdekaan Indonesia dengan rektor-rektor di perguruan tinggi yang saat ini baru lahir atau masih balita adalah orang yang amat tinggi pedulinya terhadap al-Qur’an bahkan mereka adalah para huffadz, masyaAllah. Ini contoh melihat tujuan jauh ke depan atau visioner. Pemimpin mempengaruhi dengan cara persuasi, berdiskusi, memotivasi, komunikasi efektif, menggerakkan, negosiasi, mengambil keputusan, dan lainnya. Manajemen atau mengelola sehingga mampu mencapai tujuan besar secara efektif dan efisien dengan melaksanakan fungsinya meliputi; planning, organizing, actuating dan controlling. Pemimpin yang bermotivasi tinggi memiliki achievement drive, berkomitmen, dan penuh komitmen atau proaktif. Terdapat style atau gaya kepemimpinan yang tepat adalah kepemimpinan situasional dengan memperhatikan SDM yang anda pimpin. Sesi akhir di hari ke dua diisi oleh bapak Kudianta, M.Pd. tentang Kepemimpinan Pembelajaran mengarahkan para kepala madrasah mampu untuk menangkap masalah yang dihadapi guru dalam melaksanakan tugasnya dengan melakukan serangkaian kegiatan untuk dapat ditulis dari problem atau masalah bagaimana cara pemecahannya dengan hasil yang dicapai secara terukur dan upaya tindak lanjut. Serangkaian tugas yang harus diisi dan dikerjakan baik secara pribadi atau sendiri-sendiri dan juga secara kelompok dengan lima atau enam orang kepala madrasah. Ada tiga kata kunci dalam sesi marketing dan public relation hari ini yaitu; Where are we now? Where do you want to go? and How we get there? Praktik untuk membuat positioning, differensiasi, dan brand image masing-masing madrasah di DIY.

h1

SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH

August 12, 2014

Originally posted on Maman Suratman Online:

A. KONSEP SUPERVISI AKADEMIK

Salah satu tugas kepala sekolah/madrasah adalah melaksanakan supervisi akademik. Untuk melaksanakan supervisi akademik secara efektif diperlukan keterampilan konseptual, interpersonal dan teknikal (Glickman, at al. 2007). Oleh sebab itu,  setiap kepala sekolah/madrasah harus memiliki dan menguasai konsep supervisi akademik yang meliputi: pengertian, tujuan dan fungsi, prinsip-prinsip, dan dimensi-dimensi substansi supervisi akademik.

Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah/madrasah antara lain adalah sebagai berikut.

(1) Memahami konsep, prinsip, teori dasar, karakteristik, dan kecenderungan perkembangan tiap bidang pengembangan pembelajaran kreatif, inovatif, pemecahan masalah, berpikir kritis dan naluri kewirausahaan.

(2) Membimbing guru dalam menyusun silabus tiap bidang pengembangan di sekolah/madrasah atau mata pelajaran di sekolah/madrasah berlandaskan standar isi, standar kompetensi dan kompetensi dasar, dan prinsip-prinsip pengembangan KTSP.

(3) Membimbing guru dalam memilih dan menggunakan strategi/ metode/teknik pembelajaran/bimbingan yang dapat mengembangkan berbagai potensi siswa.

(4) Membimbing guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran/ bimbingan (di kelas, laboratorium, dan/atau di lapangan) untuk mengembangkan potensi siswa.

View original 3,655 more words

h1

Syawalan Kankemenag Kabupaten Sleman

August 5, 2014

Syawalan keluarga besar Kankemenag Kab. Sleman hari ini mengundang juga mantan-mantan pejabat di lingkungan Kankemenag Kab. Sleman yang masih sugeng. Ikut memberikan sambutan bapak Drs. H. Arif Djufandi, M.Pd.I. mantan Kakankemenag Sleman aktifitas beliau setelah pensiun sebagai imam besar masjid Agung Sleman selain muballigh juga mengkoordinir perawatan jenazah di sekitar tempat tiggal pak Arif. Syawalan diakhiri dengan menikmati hidangan dan mendengarkan musik elektone yang diisi oleh seniman-seniman Kankemenag Sleman.

h1

Ke Surabaya Lagi

August 2, 2014

Setelah menghadiri resepsi pernikahan dinda Dannis di gedung SMAN Krian ada waktu untuk ke pasar Turi sebelum kembali ke Yogyakarta. Siang dan sore dengan udara yang agak panas menuju ke pasar Turi Surabaya kemudian pulang ke Yogyakarta dengan kondisi lalu lintas yang tidak terlalu padat dan Alhamdulillah sampai di Yogyakarta dengan selamat dan semua dalam kondisi sehat wal ‘afiat meskipun sedikit lelah menempuh perjalanan panjang pada liburan ‘Idul Fitri 1435 H atau 2014 M. Alhamdulillah.

h1

Pacitan ke Trenggalek

August 1, 2014

Perjalanan yang sejak awal diniatkan menghindari kemacetan lalulintas di jalan utama yang sering di lalui ketika dari Yogyakarta menuju Kepanjen Malang. Keluar dari benteng keraton Yogyakarta menuju ke arah timur atau Piyungan dengan lalu-lintas yang cukup padat sehingga berkali-kali harus berhenti karena macet, maklum lebaran H+2 hari Rabu. Kemudian kami putuskan mengambil route yang aman dari kemacetan sekaligus menjelajah wilayah yang hampir belum pernah kami lalui. Kali ini mengambil jalur selatan dengan menempuh jalan perbukitan atau pegunungan, benar dari Piyungan menuju Wonosari dan langsung ke Pacitan terus mengambil jalur menuju Trenggalek Jawa Timur.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.