h1

Pembinaan Pegawai Kankemanag Sleman

December 16, 2014

Dibuka oleh Kasubag TU menyampaikan tentang edaran tentang pembuatan SKP, walau dengan PMA 51 tahun 2013 tidak sesuai. Meskipun banyak perbedaan sehingga tugas propinsi menyamakan. SKP dari atasan masing-masing sesuai dengan ketentuan. Untuk madrasah terkadang ada miss komunikasi sehingga agar tertib tidak langsung ke kanwil tetapi melalui kankemenag. Sekarang ada pekerjaan yang harus diselesaikan di jabatan fungsional umum dengan adanya tuki yang bisa dicairkan yang prosesnya masih panjang sejak hari kamis yang lalu dan batasan waktu dari KPPN sampai tanggal 16 Desember 2014. Terkait dengan PMA 51 tahun 2013 sehingga harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam hal jam kerja di madrasah disesuaikan dengan enam hari kerja sesuai edaran. Kehadiran jika terlambat ada pemotongan dan juga kepulangan yang pulang awal. Setiap pegawai membuat jurnal sebab uang makan dengan tukin berbeda. Jika uang makan alibi berlaku sedangkan tukin tidak berlaku, jika sampai mendapat teguran akan berdampak terhadap lainnya. Tukin disampaikan dengan sekilas sebagai informasi juga kepada KUA dan juga kepedulian dengan musibah di Banjarnegara.
Kakankemenag setelah presensi dalam memberikan pembinaan menyampaikan tentang HAB Kementerian Agama, tukin. Dimulai oleh tukin sebagai apresiasi kepada staff bukan pada pejabat. Dengan tukin segalanya terukur berapa yang harus dipersiapkan kepada keluarga. Energi yang digunakan untuk .., Ada nilai … , Pengukuran 60 – 40. Setiap kepala harus bisa ngemong seluruh dan mau mengotimalkan pegawainya. Di KUA pada aspek kepribadian contoh kasus peci dan selanjutnya memperbaiki performa yang baik dengan penyematan pin tolak gratifikasi. Zona Integritas KUA. PIN wajib dipakai oleh kepala KUA dan seluruh staffnya. Perubahan merupakan suatu yang niscaya, seperti taghayyirul ahkam dst. Sehingga ada halal dan berkah ini wallahu a’lam berkat pengalaman jadi kepala KUA. Sehingga tidak pernah menggiring untuk transport ketika menikahkan pengalaman di Kreteg. Sehingga sekarang adanya transport sesuai dengan aturan yang ada saat ini. Kemudaian mengenai HAB Kemenag 2015 dengan memunculkan potensi yang dimiliki seperti sema’an al-Qur’an, mohon semua madrasah mengirim utusan. Semaan yang pertama adalah siswa madrasah misalnya hanya mengirimkan juz 30, juz 1 atau 2 untuk diisi sesuai kemampuan siswanya. Untuk didesain siapa yang menyemak. InsyaAllah khotmil Qur’an tanggal 3 sekaligus wayangan untuk kamad ka kua penyuluh minimal membawa lima orang. sampai dengan jam 12.00 atau 01.00. Wayangan menampilkan performa kinerja Kankemenag Kab. Sleman utamanya dalam limbukan ada pertanyaan interaktif. Tanggal 23 Desember 2014 ada lomba mocopat untuk MI MTs. Sunatan masal tanggal 24 Desember 2014. Lomba Syiiran tanggal 26 dan 27 di Plosokuning. Dan untuk Kamad lomba Jalan sehat Nusantara dan satu madrasah dengan pakaian khas Nusantaranya. Karnafal dengan ragam karnafal dengan persepsi pembangunan nasional melalui agama. Ada k3m dan pokwas yang ikut menuju ke mantan pejabat Kankemenag Sleman. Upacara bendera tanggal 5 Januari 2015 di lapangan Pemda Sleman dengan menunggu edaran. KUA dan penyuluh untuk memberikan bantuan ke Banjarnegara untuk dikoordinir atau tinggal eksen. Madrasah dan k3m segera jangan menunda-nunda waktu.

h1

Pembinaan Evaluasi Pelaksanaan Penyerapan Anggaran III

December 4, 2014

Sejak pagi kota Yogyakarta diguyur oleh hujan yang cukup deras sehingga memerlukan kehati-hatian dalam perjalanan menuju tempat tugas. Godean kota kecamatan yang berjarak lebih 10 km dari pusat kota Yogyakarta, disilah tempat tugas penulis sejak tahun 2013. Pagi ini terdapat agenda pembinaan evalusi pelaksanaan penyerapan anggaran III di asrama haji ring road utara Yogyakarta. Acara tunggal yang mengundang seluruh satker di lingkubgan Kemenag DIY dipandu langsung oleh bapak Drs. H. Maskul Hajix M.Pd.I. selaku Kakanwil Kemenag DIY. Evaluasi kali ini memotret serapan anggaran sampai tanggal 30 Nopember 2014.

h1

Tamu Istimewa dari Pontianak

November 28, 2014

Sabtu, 22 Nopember 2014 MTsN Godean kehadiran tamu istimewa dari MTsN 1 Pontianak. Kepala MTsN 1 Pontianak bapak Drs. H. Muh, Makinuddin, M.Pd. jauh hari memberi khabar akan silaturrahmi ke Yogyakarta khususnya ke MTsN Godean. Kepala MTsN Pontianak beserta dua orang Wakamad dan seorang guru hadir masing-masing bapak Usman, M.Pd, Ibu Lely Shinta H, dan ibu Suryani, M.Pd. untuk bersama sharing pelaksanaan K 13. Mereka kami sambut dengan hangat dan tentu kami layani sesuai dengan kemampuan kami. Alhamdulillah pak Makinudin juga teman bahkan telah menjadi saudara penulis dan komunikasi tetap lancar sejak berada di bangku kuliah, saat penulis bertugas di Pemangkat Kalimantan Barat, dan juga sampai sekarang ini. Terbersit niat kapan bisa silaturrahmi ke Kalimantan Barat. InsyaAllah setelah purna tugas.

Dengan bapak Drs.H.Makinudin, M.Pd. Pontianak

Dengan bapak Drs.H.Makinudin, M.Pd. Pontianak

h1

Evaluasi BOS 2014 di Kelapa Gading Resto

November 28, 2014

Acara yang dikemas oleh Sie. Dikmad. Kab. Sleman dalam Evaluasi BOS tahun 2014 yang berlangsung di Kelapa Gading Resto Jalan Magelang Yogyakarta. Acara dibuka oleh bapak Drs. H. Haris Nufika, M.Pd. dilanjutkan sesi-sesi yang diisi oleh Kabid Dikmad Kanwilkemenag DIY bapak Drs. H. Noorhamid, M.Pd.I. dan Kasi Kesiswaan Kanwilkemenag DIY bapak Fahrudin, S.Pd., MA. Acara berakhir pada siang hari Selasa, 25 Nopember 2014. Perlu pencermatan pada juknis pelaksanaan BOS di tahun 2015 nanti yang sekarang sedang dibahas di Jakarta. Semoga semua madrasah di kabupaten Sleman mampu melaksanakan dan menggunakan BOS sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, amin.

Kelapa Gading Resto Yogyakarta

Kelapa Gading Resto Yogyakarta

h1

Pagi yang Indah di MTsN Godean

November 27, 2014

Seperti biasanya penulis hadir pagi-pagi terkadang pukul setengah tujuh baik kurang maupun lebih. Pada hari ini termasuk hari intimewa sebab sebelum jam tujuh pagi pengawas madrasah kami, bapak Drs. Harjaka, M.A. mengadakan monitoring alibi teman-teman guru. Manakala lonceng berbunyi semua guru yang memiliki tugas mengajar segera masuk ke kelas masing-masing sesuai jadwal. Sebagai pagi yang indah sekarang ini sebab meskipun udara diselimuti dengan awan putih tapi cuaca cukup segar. Setelah beberapa lama masuk kelas hadir pengawas dari kemenag Sleman ibu Dra. Siti Aminah, MA. beliau menyodorkan instrumen monitoring manajerial yang harus diisi. MTsN Godean dengan penataan gedung kelas sebelah timur untuk kelas tujuh, sebelah barat untuk kelas delapan dan kelas sembilan di gedung sebelah utara. Ditengah-tengah terdapat lapangan rumput kecil yang bisa digunakan untuk kegiatan olah raga dan di depan kelas dihiasi dengan tanaman bunga yang ditata cukup rapi dan yang lebih menarik lagi pada setiap sudut terdapat pohon talok atau kersem (Jawa) yang selalu berbuah sehingga buahnya yang merah bulat kecil dan manis menjadi kebanggaan dan suka untuk memetiknya juga merasakan manisnya. Tanaman bunga di depan kelas juga ditutup dengan pagar bambu rendah ber cat hijau yang ditata dengan rapi. Beberapa puhon anggrek menghiasi dan menempel di pohon-pohon yang agak besar selalu tersirami secara berkala. Memang pagi yang indah menyelimuti lingkungan MTsN Godean Sleman DIY. Alhamdulillah.

This slideshow requires JavaScript.

h1

Prestasi MTsN Godean

November 20, 2014

Dalam lomba Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (AKSIOMA) baik di tingkat Kabupaten maupun Propinsi tidak diragukan siswa-siswi MTsN Godean yang dikirim mengukir prestasi terutama dalam ajang lomba lari. Untuk tingkat kabupaten baik lari 100 m dan 400 m siswa MTsN memborong dan mendiminasi juara bahkan peraih medali emas di tiga ajang sekaligus, sehingga menjadi duta Kabupaten Sleman dalam ajang di tingkat propinsi. Pada tingkat DIY Juara I lari 100 m putri atas nama Winda Nensiana Luvitasari. Juara II lari 400 m putra atas nama Risman Mulya Lesmana, dan juara III lari 400 m putri atas nama Elvira Trio Vani. Alhamdulillah.

Piala Kejuaraan Aksioma DIY

Piala Kejuaraan Aksioma DIY

h1

Expose Monitoring PPDB Madrasah 2014

November 14, 2014

Acara yang dikemas oleh Dikmad Kabupaten Sleman mengadakan Pemaparn hasil (Expose) monitoring PPDM Madrasah tahun 2014 di Kabupaten Sleman. PPDB yang dilakukan di 2 MIN, 25 MIS, 10 MTsN, 12 MTsS, 5 MAN, 9 MAS bertempat di Aula Kankemenag Sleman. Pemaparan kali ini disampaikan oleh bapak Helmy menggantikan Kasi DIkmad. Sosialisasi PPDB seharusnya dihadiri oleh semua madrasah sebagaimana yang telah dilaksanakan. Paedoman PPDB pun apapun alasannya harus dimiliki karena selama ini sudah di upload di blog Kasi Dikmad. Ada yang ingin menjaring siswa dari awal merupakan strategi seperti di pesantren, pedoman disusun untuk ditaati dan menjadi acuan dalam pelaksanaan PPDB. Kegiatan PPDM sudah masuk dalam RKM dan RAPBM. Rencana PPDB juga diberitahukan kepada masyarakat baik melalui media cetak maupun elektronik. Bagaimanapun segmen pasar yang dituju promosi harus tetap dilakukan untuk menjaring peserta didik yang berprestasi baik prestasi yang akademik maupun non akademik. Apakah melakukanh sosialisasi ke jenjang madrasah yang berada di bawahnya, ini pun seharusnya dengan sosialisasi langsung dengan berbagai cara, seperti brosur, home visit, silaturrahmi, mengadakan lomba-lomba dan sebagainya. Metode yang digunakan dalam PPDB juga. Apakah PPDB dilaksanakan tepat waktu terkadang masih ada peminat pasca PPDB terutama swasta baik menjaring lebih awal maupun masih ada yang mendaftar pasca PPDB tetapi harus ada batas waktu maksimal sebab untuk pendataan BOS. Apakah semua siswa memenuhi peryaratan dan Apakah jumlah perkelas memenuhi pedoman maksimal per rombongan kelas. Aturan PPDB adalah SNP sedangkan SPM saja masih ada madrasah yang belum memenuhi. Bagaimana dengan pengumpulan berkas yang harus dikumpulkan oleh peserta didik disesuaikan dengan BSM/BOS/EMIS dan lainnya. Sebab itu saat PPDB adalah saat yang tepat dalam mengawali pendataan yang akurat terhadap peserta didik di madrasah. Apakah jadwal pelajaran telah disusun setelah masuk madrasah ini seharusnya juga PPDB merupakan awal tahun pelajaran sehingga ketika PPDB sudah disusun jadwal dan kalender pendidikan. Bagaimana jumlah siswa yang ditolak dan juga yang diterima mengalami kenaikan atau penurunan. Juga nilai UN yang diterima pada tahun terakhir untuk jenjang tertentu. Hambatan yang dihadapi kepala madrasah 24 tidak ada masalah, 6 madrasah menjawab banyak pesaing, 4 animo masyarakat masih kurang, 4 keterbatasa aSDM di madrasah. 4 tanpa seleksi, 3 persyaratan belum terbit, 3 siswa tidak lengkap persyaratannya, 3 madrasah menyesuaikan kegiatan pesantren. 3 keterbatasan waktu seleksi yang sempit. 3 kebijakan baru yang memerlukan adaptasi yaitu RTO, 2 ketersediaan sarpra tidak sebanding dengan animo masyarakat sehingga dengan kelas terbuka, 2 madrasah masih menjadi pilihan ke dua, 1 casis mengundurkan diri setelah diterima, 1 faktor agama belum diterima di masyarakat.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.