h1

Madrasah dan Tantangan Global: Penguatan Penelitian di Lingkungan Madrasah

May 28, 2015

Bapak Dandung Budi Yuwono dari LP3M UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menyampaikan sesi ke dua dalam penguatan kepala madrasah se kabupaten Sleman. Madrasah dihadapkan pada kompetitor sekolah yang muncul pada akhir beberapa dekade kali ini, kegelisahan seorang peneliti bapak Gandung menginginkan mutu madrasah ke depan harus berada di depan menjadi lembaga pendidikan yang maju dan bermutu serta berdaya saing. Tafaqquh fiddin itu memang penting dan berbagai bentuk plagiasi harus dihindari bagi semua peneliti. Bahkan plagiasi ide pun harus dihindari serta agar semua dilakukan dengan jujur dalam meneliti juga sehubungan dengan data-data yang dimunculkan. Dengan menggunakan kekuatan semua indra dan juga kolaborasi dan semoga bisa dipraktikkan di tataran praktis penelitian atau riset. Lakukan pembenahan dari pola-pola diperbaiki dan bapak Dandung berpesan dengan penguatan statemen bahwa madrasah ini bentuk madrasah asli made in Indonesia. Sehingga bagaimana madrasah mengadakan loncatan dari proses jiga input yang lebih baik, dan harus melakukan transformasi ke depan. Sekali lagi pak Dandung membuka kesempatan bagi civitas madrasah dalam mengadakan riset dan bersedia membantu dengan ketulusan baik secara pribadi maupun institusional.

h1

Terima Kasih bapak Heri Setyatna,M.Pd

May 28, 2015

Penguatan kepala madrasah yabg difasilitasi Dikmad Kankemenag Sleman menghadirkan pakar penelitian dari IAIN Surakarta bapak Hery Setiyatna, M.Pd. memotivasi kepada semua kepala madrasah di kabipaten Sleman untuk bergerak melakukan penelitian atau riset. Jadi memang menilis itu mudah bagi guru, apalagi kepala madrasah yang semoga mampu untuk mengadakan penelitian. Beliau secara pribadi maupun kelembagaan membuka diri untuk memberikan bimbingan kepada civitas madrasah terutama kepada insan madrasah baik kepala madrasah guru maupun para siswa. Pandai pandailah untuk menemukan masalah yang dihadapi madrasah permasalahan kelas ataupun permasalahan lingkungan sehingga mampu diangkat untuk tahap awal melakukan riset atau penelitian. Sedah tentu dengan berbagai macam solusi solusi atau pemecahan masalah yang sedang dihadapi. Panduan penelitian yang dilakukan disesuaikan dengan permasalahan yang diangkat. Terima kasih kami bukan hanya kepada bapak Hery tetapi juga kepada bapak Kasi Dikmad Kankemenag Kab. Sleman bapak Drs. Abdul Haris Nufika, M.Pd. semoga menjadi amal jariah dari beliau berdua, amin.

h1

Supervisi Akademik

May 21, 2015

Instrumen Supervisi Akademik Instrumen Supervisi Akademik Supervisi akademik berfungsi untuk membantu guru dalam meningkatkan kompetensi mengajarnya sehingga supervisi ini apa adanya sehingga guru benar-benar didampingi untuk sampai menguasai kompetensinya. Jadi berbeda dengan supervisi konvensional yaitu model supervisi yang menganut paham bahwa supervisor sebagai seorang yang memiliki power untuk menentukan nasib kepala sekolah dan guru. Supervisi akademik ada tiga macam; non direktif, kolaboratif, dan direktif. Adapun tahapan supervisi adalah 1. Sosialisasi (pemodelan) 2. Penyusunan jadwal 3. Pertemuan awal (kesepakatan supervisor dan coachee/guru target supervisi) 4. Pelaksanaan supervisi 5. Analisis hasil 6. Rencana tindak lanjut (PKB) 7. Pengharhagaan. Komunikasi antara supervisor dan coachee dibuat sangat berkekeluargaan. RTL berupa PKB mampu untuk melihat apa yang harus ditingkatkan oleh sang guru. Dalam telaah RPP meliputi; identitas, standar kompetensi, KD, indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode, langkah-langkah pembelajaran, alat dan sumber belajar, dan penilaian. Telaah PBM pada pendahuluan; membuka PBM, mengondisikan kelas, menyiapkan media dan alat pembelajaran, presensi, info indikator, reviu PBM sebelumnya, dan pertanyaan-pertanyaan penjajagan (jika diperlukan). Kegiatan inti; pesentasi guru, pemanfaatan media, pemanfaatan metode, variasi metode, pemanfaatan sumber belajar, tanya jawab, tugas terstrutur, presentasi siswa, pemanfaatan media oleh siswa, tanggapan guru-siswa dan siswa, dan penilaian. Kegiatan penutup; evaluasi oleh guru, tanggapan siswa, kesimpulan, dan tugas mandiri tidak terstruktur jika ada. Evaluasi dan tindak lanjut; pemetaan soal, kisi-kisi soal, kartu soal/naskah soal, variasi soal, petunjuk skor penilaian, daftar nilai, analisis hasil tes, dan analisis butir soal. Hasil analisis; ketuntasan belajar, daya serap, kategori soal (digunakan-direvisi-tidak dipakai), tingkat kesukaran (sukar-sedang-mudah). Rekomendasi hasil analisis; Remidial Theaching, Remidial Test (Perbaikan), Pengayaan. Pedoman penskoran; skor perolehan dibagi skor maksimal kali 100%. Kategori nilai; > 85 % sangat baik, 71 – 85 baik, 55 – 70 cukup, dan kurang dari 55 kurang/buruk. Contoh Instrumen Supervisi Akademik

h1

Workshop Penguatan Kepala SMP-MTs se Korwil Barat

May 20, 2015

Workshop yang sudah di persiapkan oleh Ketua MKKS Korwil Barat bapak Drs. Sumadi, MM akan kegiatan workshop selama tiga hari sampai Kamis, 21 Mei 2015. Kegiatan workshop kali ini telah dibuka tempo hari oleh bapak Arif Hayono, SH tempo hari. Kali ini berlangsung sesi RAPBS dan RKAS atau RAPBM dan RKAM atau juga dinamakan keuangan sekolah atau mmadrasah.

h1

Pasca Aksioma MTs Kab. Sleman

May 20, 2015
Piala Aksioma 2015

Piala Aksioma 2015

Kemaren tepatnya hari Selasa, 19 Mei 2015 berlangsung kegiatan Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga MTs se-Kabupaten Sleman dilaksanakan di MTsN Prambanan. MTsN Godean telah memboyong empat medali emas dan dua medali perunggu. Alhamdulillah untuk juara satu mudah-mudahan mampu menembus Aksioma nasional di Palembang tahun ini. Tentu dengan pembinaan yang intensif kepada para sang juara.

h1

Cahaya Kebahagiaan atau Nur Sa’adah

May 16, 2015

Nur Sa’adah pada hari ini yang berbahagia disunting oleh mas Khoironi ke duanya bedomisili di wilayah Piyungan Bantul. Barakallahu lakuma wabarakallahu ‘alaikuma wa jama’a bainakuma bikhoir. Selamat menempuh hidup baru semoga terbina keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah, amin.

h1

Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-99

May 15, 2015

Hari ini Jum’at, 15 Mei 2015 diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Sleman DIY yang ke 99. Asma’ul husna yang jumlahnya 99 cukup mengilhami dalam peringatan kali ini. Semua pegawai negeri dan swasta dihimbau untuk mengenakan pakaian Jawa (Kejawen Mataraman Jangkep). Kali ini pula tem paduan suara MTsN Godean bertugas dalam mengisi acara upacara di Kecamatan Godean. Melantunkan berturut-turut lagu Indonesia Raya, Syukur, dan Sleman Sembada. Upacara dalam peringatan kali ini semua menggunakan bahasa Jawa.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.