h1

Pertama Kali ke Dieng

October 11, 2016

Hampir tidak percaya tetapi demikianlah kenyataannya, penulis baru pertama kali ke Dieng Jawa Tengah pada hari Sabtu, 8 Oktober 2016. Tidak perlu berkecil hati jika pembaca belum pernah ke-sana, namun penulis yakin betul sudah lama suatu saat InsyaAllah dalam suasana dan iklim yang paling baik sampai di Dieng. Pelawatan kami ke Dieng di bawah panji K3MTs Kabupaten Sleman yang di ketua-i bapak Drs. Mujiyono, M.Pd.I. kepala MTsN Sleman Kota dan sekretaris K3MTs Sleman bapak Ahmad Hadlirin, S.Ag. Kepala MTsN Tempel dan dibidani oleh bapak Drs. H. Abdulhadi, M.Pd.I. Kepala MTsN Yogyakarta 1, dikuatkan dengan seluruh kepala MTs se-Kabupaten Sleman. Sebelumnya rencana penulis untuk ikut rombongan-rombongan selalu kandas karena pada saat yang bersamaan terdapat acara yang lebih urgen, bahkan madrasah penulis sendiri ke-Dieng penulis tidak jadi ikut karena ada kondisi mendadak yang lebih penting. Terlebih lagi rencana keluarga silaturrahmi ke tempat sahabat bapak M.Adib-Susi (Pengasuh Ponpes) dan mas H. Zaenal Warno pegawai Pengadilan di Wonosobo sampai kini belum terlaksana karena rutinitas kesibukan kami. Tempat yang kami kunjungi selama dua hari sejak Sabtu, 8 Oktober 2016 sampai Ahad, 9 Oktober 2016 termasuk semuanya menggembirakan dan menyenangkan. Sejak perjalanan sehabis shalat Dhuhur start di MTsN Sleman Kota perjalanan baru 30 menit sudah berhenti makan siang menki hari itu hujan tak mau berhenti. Perjalanan ke Wonosobo melewati daerah Purworejo jalannya bagus tetapi banyak kelokan naik turun dan hampir tak ada sinyal terkadang muncul tapi sebentar. Sampailah di Terminal Wonosobo dan kami pindah kendaraan mini Bus sampai ke homestay “Denna” di Dieng yang lerlebih dahulu makan malam di rumah makan. Setelah pembagian kamar ada yang untuk 2, 3, atau 4 orang disesuaikan besar kecilnya kamar, kami intirahat sejenak dan siap untuk mengadakan acara perpisahan dengan kepala MTs Kab. Sleman yang mutasi di antaranya bapak Drs. Makmur Amprani, M.Pd. mantan Kepala MTsN Maguwoharjo dan bapak Ngadul, S.Ag. mantan Kepala MTsN Babadan Baru.

One comment

  1. Celotehan teman-teman yang bersama-sama ke Dieng tempo hari dengan sedikit santai mengatakan, meskipun berkali-kali pergi ke Dieng jika belum naik ke Sikunir belumlah dikatakan ke Dieng. Konon pemandangan di atas puncak Sikunir di akui dengan claim saat “sun rise” memiliki pemandangan yang terindah di Asia Tenggara dengan alasan warnanya yang kuning khass seperti “kunir” dan posisi puncak yang berada di atas awan berada di atas 2000 meter dari permukaan laut. Memang penuh perjuangan untuk naik ke puncak Sikunir yang indah. Selamat mendaki ke puncak Sikunir semoga mendapatkan pemandangan yang terindah, MasyaAllah.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: