h1

Alumni SPGN Kudus 1981

April 14, 2016

Setamat SPG Negeri Kudus, penulis hijrah ke kota pelajar, Yogyakarta dan sampai saat ini menetap dan bertempat-tinggal di kota gudeg, tepatnya di wilayah Kraton Yogyakarta. Sengaja atau tidak rekan seangkatan memasukkan penulis dalam group WA meskipun sebagai tamu yang beberapa waktu sampai hari ini menjadi media komunikasi yang cukup efektif diantaranya media silaturrahmi. Tiga puluh lima tahun lebih penulis hampir tidak pernah komunikasi dengan teman-teman SPG seangkatan. Tentu dengan bantuan gambar dan foto-foto untuk mengingat dan mereview kembali 35 atau 36 tahun yang lalu. Satu persatu mulai nampak nama-nama yang dahulu tidak asing bagi penulis, dan saat ini sebagian besar sudah bercucu atau hampir mempunyai cucu. Teringat Ki Wartoyo yang lucu, mbak Sri Anggoro Kasih, dik Dwi Sigit dan beberapa lagi yang aktif komunikasi seperti bu Endang Retnowati dan bu Khomsatun, om Wartono, mas Ahmad Hilal Majdi, pak Jamin, bu Sri Nooryati, bu Sri Hastutik, bu Ariek, ndan Budi Prasongko, bu Cicik Muryanti, bu Tri Endang Yuliati, mas Santosa, pak Untung (mbah Jo), mas Hadi Sutaman, pak Parno, pak Ahmad Rifai, pak Sulaiman, pak Susilo Susetyo, pak Muh. Isih, pak M. Room, bu Siti Madkurotun dan bu Sri Murniyati dan lainnya maupun yang pasif. Menebarkan salam, berbagi informasi, tukar dan kirim foto-foto menarik, tak kalah pentingnya adalah saling mengajak untuk berbuat baik, saling mengingatkan manakala ada salah dan khilaf. Semua teman-teman yang sekian lama tak pernah jumpa bagaikan “mutiara yang hilang” bisa jumpa lagi meskipun hanya melaui WA. Semoga menjadi barokah untuk kita semua, aamiin.

 

Screenshot_2016-04-03-21-24-46IMG-20160406-WA0031

 

Advertisements

4 comments

  1. Setelah beberapa bulan mengikuti perkembangan teman-teman se angkatan SPGN Kudus dengan mengikuti dinamika grup wa yang telah berjalan, nampak kesan positif dari semua anggota dalam selalu saling mengingatkan untuk kebaikan. Rentang umur 53, 54, dan 55 tahun adalah umur yang tidak muda lagi, sehingga kedewasaan dalam mengirim atau menanggapi pesan-pesan baik berupa kata lambang gambar atau video yang di share ke grup. Etika yang memang harus selalu di pegang teguh dalam menggunakan wahana wa grup. Meskipun beberapa anggota mengundurkan diri atau keluar tetapi pada saat yang hempir bersamaan bermunculan anggota grup baru yang menambah kehangatan dan kemesraan tali persaudaraan yang telah terjalin selama ini. Saat ini wa beranggotakan 94 person tapi mungkin satu dua punya no dobel. Dengan admin kang mas Untung Raharjo yang dikenal dengan Mbah Jo atau Mas Untung atau sebutan-sebutan akrab lainnya. Selain turun komen di grup yang sudah ada tidak dipungkiri adanya komunikasi lewat japri yang perlu tetap dipegang teguh adalah etika dalam berkomunikasi baik di grup maupun melalui japri. Selamat ber wa ria teman-teman seangkatan SPGN Kudus 1981 semoga semakin mempererat persaudaraan dan persahabatan. Aamiin.


  2. Mas Susilo Susetyo di Sulawesi diantara anggota grup wa yang pagi ini aktif, tidak memungkiri banyak anggota grup yang aktif (bang Yahya, mas Bandung, Proff Hilal, bu Tanty, bu Udah, bu Tutik, mbak Srianggoro, bu Pri, mas Trisno, mas Untung) dan masih banyak lainnya yang aktif , yang jika di lihat anggotanya sekarang sudah 119 person. Mas Untung Raharjo (mbah Jo) sebagai admin yang jempol dan kreatif juga kocak dengan lelucon seakan-akan tidak kenal atau memutarbalikkan nama-nama anggota dengan foto atau gambar. Lanjutkan persaudaraan yang mesra dan indah selalu semua anggota Alumni SPGN Kudus 1981. Thanks.


  3. Sudah satu tahun berjalan mengikuti dinamika group WA Alumni SPGN Kudus 1981 yang saat ini ada 125 anggota hampir sama dengan yang hadir saat reuni 2016 di Taman Kopi Mayong Jepara, Selasa, 12 Juli 2016. Telah disepakati oleh pengurus Bhakti Alumni dan seluruh anggota yang hadir saat reuni tempo hari untuk mengadakan reuni dua tahun sekali, meskipun ada usulan untuk diadakan reuni tahun 2017. Jika diambil jalan tengahnya bisa saja yang reuni 2017 untuk masing-masing kelas yang menghendaki reuni sendiri sedangkan untuk yang 2018 nanti adalah untuk semua kelas (B, C1, C2, D1, D2, E1 dan E2). Dalam beberapa bulan kemaren ditinggal oleh dua alumni yang juga hadir dalam reuni 2016, mas Ario Gunawan (Gebog) dan mbak Sumarlin (Yogya-asal Mlati Kudus) teriring do’a semoga diampuni dosa kesalahannya dan diterima amalnya serta husnul khotimah, aamiin. Yang cukup mencengangkan penulis adalah kehadiran mas Edy Santoso (Trenggeles) yang sejak awal penulis tanyakan ke teman-teman kok di jawab sudah pulang ke rahmatullah, tetapi akhir bulan Maret 2017 kemaren mas Edy Santoso muncul di grup WA dengan sehat segar gagah dan nampak 20 tahun lebih muda dari aslinya. Selamat bersilaturrahmi melalui WA teman-teman atau saudara/i semuanya semoga barokah selalu, aamiin.


  4. Satu setengah tahun dinamika grup alumni dengan anggota 137 orang merupakan prestasi bagi grup terutama mas Untung Raharjo (Mbah Jo) yang berdomisili di Batealit Jepara Jawa Tengah selalu memburu anggota yang masih tersisa atau belum masuk grup..Kompak Selalu Alumni SPGN Kudus 1981..



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: