h1

Labbaikallahumma Labbaik

September 21, 2015

Prosesi Armina bagi Dzuyufurrahman di tanah suci tahun 1436 H saat ini sedang mempersiapkan diri untuk melakukan serangkaian ibadah haji mulai dari niat dan memakai pakaian ihram bagi jamaah laki-laki dua lembar kain tidak berjahit melilit di menutupi aurat, dan bagi perempuan menutup aurat. Memang ada juga jamaah yang mengambil Tarwiyah, sebelum ke padang Arafah untuk wukuf mabid di Mina terlebih dahulu pada hari Tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah. “Labbaikallahumma Labbaik Labbaika la Syarikalaka Labbaik Innalhamda Wannikmata Laka wal Mulk la Syarikalak” lantunan talbiyah yang tidak henti-hentinya diucapkan dengan pelan maupun lantang oleh Dzuyufurrahman. Wukuf di padang Arafah merupakan prosesi utama dalam beribadah haji yaitu wukuf berdiam di lokasi padang Arafah mulai waktu Dhuhur sampai sehabis Maghrib atau menjelang Isya’ diawali dengan shalat jamak takdim qoshor Dhuhur dan Ashar dilanjutkan dengan khutbah wukuf dan selanjutnya berdo’a memohon kepada Allah selama waktu wukuf baik secara berjamaah dipimpin oleh seseorang maupun berdo’a sendiri-sendiri. Wukuf di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah jika tidak atau belum dilakukan oleh jamaah berarti belum melaksanakan ibadah haji sesuai dengan sabda Rasulullah “Alhajjul’Arafah”, yang artinya ibadah haji itu wukuf di padang Arafah.
Selesai melaksanakan wukuf menuju Muzdalifah untuk mengambil batu kerikil minimal 7 buah dan jika komplit bisa 70 buah atau lebih untuk cadangan digunakan untuk melempar jumrah. Di Muzdalifah ada jamaah yang sekedar berhenti tetapi ada yang bermalam selama malam tanggal 10 Dzulhijjah hanya beralaskan tikar dan beratapkan langit. Di pagi hari tanggal 10 Dzulhijjan menuju ke Mina tinggal di tenda selama hari-hari melaksanakan jumrah. Jumrah Aqabah hanya dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah. Sedangkan tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah atau tanggal 11, 12, dan 13 Dzullhijjah pada dua atau tiga hari itu melaksanakan jumratul ‘Ula, jumratul Wustha dan jumratul Aqabah. Tanggal 11 dan 12 bagi yang mengambil nafar Awal dan tanggal 11, 12, dan 13 Dzullhijjah bagi yang mengambil nafar Tsani terus kembali ke maktab atau hotel atau pondokan di Makkah dengan siap-siap melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Sa’i diteruskan tahallul bagi yang belum melaksanakan, sehingga komplitlah rangkaian ibadah haji yang dilakukan oleh Dzuyufurrahman selama Armina dan sekembalinya. Bagi yang masih muda dan sehat bisa melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Sa’i diteruskan tahallul setelah melempar jumratul Aqabah pada tanggal 10 Dzulhijjah dan setelah tahallul tetap ke- Mina untuk melanjutkan prosesi melempar jumrah tanggal 11 dan 12 bagi yang mengambil nafar Awal dan tanggal 11, 12, dan 13 Dzullhijjah bagi yang mengambil nafar Tsani. Bagi yang sedang sakit saat wuquf harus berada di padang Arafah meskipun dengan mengikuti safari atau dalam bus khusus. Untuk yang sakit atau usia lanjut dalam prosesi melempar jumrah bisa diwakilkan. Setelah sampai di Makkah menunggu saat pulang ke tanah air atau tempat jamaah yang di luar Arab Saudi sesuai jadwal dan sebelum pulang melaksanakan thawaf Wada’ sebagai perpisahan akan meninggalkan tanah suci Makkah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: