h1

Nafar Tsani

October 18, 2013

Hari ini tanggal 13 Dzulhijjah 1434 H hari terakhir bagi saudara-saudara kaum mukminin yang menunaikan ibadah haji untuk melempar jumrah jika mengambil nafar tsani musim haji tahun ini. Sedangkan yang mengambil nafar awal kemaren tanggal 12 Dzulhijjah 1434 H sudah berangkat menuju Makkah. Pelemparan jumrah pada hari Tsyrik di tiga tempat yaitu di jumratul ula, jumratul wustha, dan jumratul ‘aqabah dengan lemparan masing-masing sebanyak tujuh kali menggunakan kerikil. Sedangkan melempar jumrah pada tanggal 10 Dzulhijjah hanya di jumratul ‘aqabah saja sebanyak tujuh kali lemparan menggunakan batu kerikil. Bagi yang belum thawaf ifadhah dan sai setelah kembali dari Mina menunggu waktu yang nyaman untuk thawaf ifadhah yang merupakan diantara rukun haji dengan mengelilingi ka’bah tujuh kali dilanjutkan dengan sa’i antara Shafa dan Marwa tujuh kali setelah thawaf ifadhah, kemudian tahallul dengan menggunting rambut dan tertib. Thawaf ifadhah dan seterusnya tadi sebagai prosesi rukun haji setelah wukuf di Arafah.
Yang dimaksud rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji, dan jika tidak dikerjakan hajinya tidak sah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :
1. Ihram
Ihram, yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.
2. Wukuf
Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, dzikir dan berdo’a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
3. Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.
4. Sa’i
Sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.
5. Tahallul
Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa’i.
6. Tertib
Tertib, yaitu mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.
Sudah tentu sejak niat berhaji dan mengenakan pakaian ihram tetap menjaga hal-hal yang menjadi larangan dalam menunaikan ibadah haji.
Sedangkan Wajib Haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda). Yang termasuk wajib haji adalah :
1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, “Allahu Akbar, Allahummaj ‘alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)”. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah.
4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
6. Tawaf Wada’, yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram.
Semoga saudaraku kaum mukminin yang menunaikan ibadah haji tahun ini memperoleh haji mabrur, dan bagi saudaraku yang sudah menunaikan ibadah haji pada tahun-tahun sebelumnya mampu menjaga kemabruran hajinya, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: