h1

Marhaban Ya Ramadhan 1434 H

July 9, 2013

Ramadhan 1434 H sudah hadir di hadapan kita terutama kaum yang beriman selalu menunggu-nunggu tamu yang hadir setiap tiba Syahru Ramadhan. Semasa kanak-kanan atau anak-anak di kampung kelahiran penulis ketika Ramadhan tiba setiap malam mengisi shaf di masjid untuk mendirikan shalat tarawih. Desa Daren Nalumsari Jepara diantaranya terkenal dengan desa santri yang agamis sehingga dalam menyongsong dan menyambut datangnya bulan Ramadhan di tandai dengan berbagai macam tradisi dengan menyaksikan dan mengunjungi Dandangan di kota Kudus terutama sekitar menara Kudus. TongtekĀ menggunakan kentongan yang terbuat dari bambu untuk dipukul keliling kampung bertujuan membangunkan keluarga yang akan makan sahur atau mempersiapkan makan sahur sekitar jam dua sampai tiga dini hari. Beberapa teman juga membuat mercon bumbung yang terbuat dari bambu untuk dibunyikan dengan bersaut-sautan satu sama lain. Dan di tahun tujuh puluhan sempat juga banyak penjual petasan bahkan ada yang buat petasan sendiri untuk dibunyikan bersamaan bulan Ramadhan dan pada puncaknya pada malam Hari Raya ‘Idul Fitri. Tadarus al-Qur’an tanpa mengenal waktu terutama setelah selesai shalat Tarawih sehingga dengan cepat menghatamkan al-Qur’an. Paling berkesan manakala tadarus di masjid at-Taqwa Daren ketika itu penulis kebagian baca dan disimak oleh teman yang lebih paham tentang ilmu tajwid dan mengamalkannya, ternyata yang selama ini penulis baca ketika itu sebelumnya banyak yang salah atau belum benar dalam panjang pendeknya, dengung tidaknya, juga dalam melafadzkan huruf-huruf dalam al-Qur’an menjadikan cambuk bagi penulis untuk selalu belajar dan belajar lagi dengan mengikuti tadarus dengan serius dan sungguh-sungguh, Alhamdulillah dari hari ke hari mengalami peningkatan pengetahuan dalam membaca al-Qur’an, sehingga mampu membaca dengan irama biasa maupun dengan berlagu. Alhamdulillah dengan proses yang panjang sampai saat ini bisa membaca al-Qur’an insyaAllah dengan dzuq Arabi. Pengalaman terakhir manakala penulis ke tanah suci Makkah dan Madinah dengan meresapi dan menghayati serta memperhatikan bacaan al-Qur’an oleh para imam di masjidil Haram maupun masjid Nabawi Madinah, semakin mampu memperoleh pengalaman bacaan al-Qur’an dan membentuk bacaan yang khas dengan tidak meninggalkan kaidah tajwid. Di dukung dengan pengalaman menjadi imam di beberapa masjid di Yogyakarta semakin mengasah bacaan dan juga hafalan al-Qur’an yang penulis terus akan selalu penulis jaga. Alhamdulillah kali ini Ramadhan 1434 H benar benar hadir di hadapan kaum Muslimin dan Mukminin sebab itu penulis mengajak kepada diri sendiri dan kaum Mukminin marilah jangan disia-siakan al-Qur’an yang sudah kita miliki dengan selalu bertadarus sambil selalu membacanya, memahami makna yang terkandung di dalamnya, mengamalkannya dalam setiap segi kehidupan kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: