h1

Sambutan Lelayu Tertinggi

May 22, 2013

Judul “Sambutan Lelayu” yang penulis paparkan pada tanggal 2 Maret 2011 hari ini menduduki rating tertinggi. Isi dan tema dari judul yang penulis angkat bisa dijadikan bahan dasar bagi yang belajar atau mendapatkan tugas dalam sambutan acara melepas mengiring jenazah di tempat duka dengan bahasa Jawa. Pengalaman adalah guru yang baik dalam pepatah, tetapi memang seringkali penulis saksikan dalam memberikan sambutan dengan bahasa pecel, penulis katakan bahasa pecel sebab dalam sambutan tidak konsisten menggunakan satu bahasa, sehingga sering kali terdapat kekeliruan dalam menuturkan seperti halnya dengan menyebutkan “nderek belo sungkowo sak lebet-lebetipun” ini karena terbiasa dengan bahasa Indonesia sehingga penggunaan bahasa yang kurang pas seharusnya dengan kata “nderek belo sungkowo tandes wonten ing manah” atau “nderek belo sungkowo dumugi tumus ing batos”. Terkadang juga terbawa dialek daerah tertentu namun jika kata “sahingga” lebih baik dan halus dengan kata “ingkang mahanani”. Penulis tinggal di lingkungan nDalem Benteng Kraton Ngayogyokarto yang memang terkadang jika mengikuti upacara bidaling layon di luar beteng jika dengan bahasa Jawa ada yang penyampaiannya bagus tetapi masih juga ada yang perlu diperbaiki. Demikian juga di dalam Beteng Kraton Ngayogyokarto juga terkadang ada yang tidak menggunakan bahasa Jawa tetapi dengan bahasa Indonesia tetapi tidak banyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: