h1

Takziah di Kampung Kami

February 12, 2013

Jum’at kemaren di kampung kami ada orang yang wafat, kami belum tau siapa yang wafat hari itu, sebab belum dan tidak ada yang memberi tahu. Acara di kantor pun amat padat sehingga selesai acara sampai pukul 11.40. Tinggal 20 menit lagi saat adzan Jum’at yang tidak kami sia-siakan meluncur pulang dengan niat berhenti Jum’atan di masjid yang termudah dan tidak ketinggalan. Sudah tentu saat Jum’atan alat komunikasi di non aktifkan. Selesai Jum’atan seorang teman menelpon kami untuk kesediaan memberi sambutan dalam acara pelepasan jenazah dan segera kami pulang ke rumah dengan ganti baju koko berpeci dan siap-siap ke tempat rumah duka. Ketua RT 46 bapak Noviar ditinggal wafat oleh bapaknya, bapak Iriandi yang pernah mengabdi di MMTC. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun semoga diampuni dosa beliau dan diterima amalnya serta husnul khotimah. Ini sebagai contoh dalam takziyah di kampung kami Rotowijayan Kraton Yogyakarta khususnya di wilayah RW 13 Kelurahan Kadipaten. Dalam acara pelepasan jenazah almarhum cukup sederhana dengan rangkaian acara pembukaan-sambutan wakil keluarga juga merangkap wakil pelayat-do’a. Beberapa kali acara pelepasan jenazah di kampung kami yang cukup singkat dengan rangkaian acara pemberangkatan yang singkat pula. Terkadang juga sadar atau tidak sadar dengan menyebut para muazziyin-muazziyat dengan sebutan para takziyah benar itu sebutan yang salah dan salah kaprah sudah biasa disebut tapi salah atau keliru jika tidak ingin keliru terus, bisa juga dikembalikan dengan bahasa Jawa “para asung bela sungkawa” sehingga cocok dan benar. Di lingkungan Kraton terbiasa dengan acara yang dikemas dengan bahasa Jawa halus atau kromo, sehingga terkadang susah melafadkan atau mengucapkannya jika tidak atau belum terbiasa, apalagi anak-anak muda sekarang seakan-akan sungkan atau tidak biasa dengan bahasa Jawa halus atau kromo. Yang ironi lagi pernah dalam acara pelepasan jenazah jika dalam bahasa Indonesia di Jawakan tetapi keliru seperti “turut berbela sungkawa sedalam-dalamnya” diucapkan salah dengan menyebut “nderek bela sungkawa sak lebet-lebetipun” terus lebet yang mana atau lebet-nya siapa. Seharusnya dengan ucapan atau sebutan “nderek bela sungkawa tandes ing manah”, sehingga kata-katanya pas cocok benar dan bersahaja. Dalam hal ini perlu adanya regenerasi untuk mengisi acara pelepasan jenazah dibekali dengan pengetahuan dalam menuturkan pesan dalam bahasa Jawa yang mumpuni, sehingga kesalahan-kesalahan yang sering kali terjadi tidak terulang berkali-kali. Selain itu sound system menduduki peranan dalam acara pelepasan jenazah, sehingga pengaturan sound yang baik akan memperlancar komunikasi acara dengan muazziyin-muazziyat akan tetapi sound yang kurang dan tidak baik akan menghambat kominikasi dan penyampaian pesan atau informasi lainnya.  Umumnya jenazah diberangkatkan dari rumah duka pukul 14.00 atau dua siang menuju pemakaman sehingga sering acara pemberangkatan dimulai pukul 13.30 atau setengah satu. Sudah tentu menunggu kesiapan mobil ambulan yang mengangkut jenazah, jika sudah siap semuanya acara pemberangkatan jenazah dilangsungkan dan bagi yang masih ada kesempatan menyempurnakan dalam takziyah, muazziyin ikut mengiring jenazah sampai kuburan baik dengan naik kendaraan sendiri atau naik kendaraan yang disiapkan pihak keluarga yang mengalami musibah. Ketika jenazah sudah disemayamkan para pengiring kembali ke rumah masing-masing dengan hati-hati melintas di jalan raya. Terdapat sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah Ma min mukminin yazzi akhohu bimushibatin illa kasahullahu subhanahu min hulalil karamati yaumal qiyamati yang artinya “Tidak seorang mukmin pun yang takziyah kepada saudaranya yang mendapat musibah, kecuali akan diberi pakaian kebesaran oleh Allah Yang Maha Suci pada hari kiamat”. Sebab itulah saudaraku mukminin mukminat jangan malas atau sungkan dalam ikut takziyah manakala ada saudara atau tetangga kita yang terkena musibah ditinggal keluarganya.

2 comments

  1. Menengok pelaksanaan budaling layon di RW 1 Kelurahan Kadipeten tempo hari mampu menjadi introspeksi bagi kita semua yang berada di njeron beteng Kraton. Memang upacara dilakukan dengan bahasa Jawa halus tetapi masih saja terdapat kosa kata yang belum pas atau sesuai terutama dalam menyebut ‘muazziyin-muazziyat” dengan sebutan takziyah (salah kaprah) jika salah diteruskan lebih baik diubah dengan kata “para asung bela sungkawa”. Dalam acara budaling layon bapak Drs. Nuryanto dengan susunan acara dikemas sederhana oleh pembawa acara; pembukaan-wakil keluarga (warga yang ditunjuk)-wakil masyarakat oleh ketua RW-ditutup doa. Terriring do’a dari penulis semoga amal almarhum diterima dan diampuni dosa kesalahannya, amin.


  2. Berkali-kali sound sistem yang digunakan untuk acara budaling layon di kampung kami Rotowijayan RW13 Kadipaten Kraton tidak berfungsi dengan baik. Ketika untuk membunyikan cd atau mp3 salon speeker berbunyi dengan baik dan lancar, tetapi ketika untuk berbicara dengan mikropon selalu ngadat. Diperparah lagi bukan hanya pada acara bidaling layon tetapi juga dalam acara pernikahan atau sambutan-sambutannya. Beberapa hari kemaren sambutan pada acara pasrah manten keluarga pak Muji (alm) mas Anton yang kawin dengan perempuan dari Palembang tentu dengan banyak tamu dari luar daerah DIY soud systemnya juga ngadat. Hari gini sound ngadat no way telah banyak sound yang bonafit dan profesional. Dan sudah saatnya sound tidak mbenging lagi apalagi ngadat, ketinggalan jamanlah. Dengan perbaikan sistem sound yang akan memperkecil hambatan yang muncul ketika sound system dipakai, tetapi dengan membiarkan apa adanya akan selamanya mengalami hambatan dan ujung-ujungnya juga ketidakpuasan, wajar selamanya orang tidak akan puas, terkadang soundnya bagus masih saja ada sisi ketidakpuasannya. Selama manusia masih hidup terkadang dan bahkan sering merasa tidak puas.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: