h1

Alhamdulillahirabbil’alamin

January 29, 2013

Rasa syukur yang tak terbatas dan tak terhingga kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas semua karunia, nikmat yang dianugerahkan kepada penulis, keluarga, saudara, rekan-rekan atau teman-teman, kenalan dan handai tolan, juga tetangga semua sehingga sampai saat ini Allah SWT masih menganugerahkan kehidupan yang bersahaja untuk semua. Terasa segar dipagi buta penulis bangun untuk mengambil air sembahyang meskipun cuaca terasa dingin diiringi saut-sautan alunan suara adhan dari masjid-masjid yang mempergunakan pengeras suara. Pagi hari yang benar-benar sepi tidak seperti disiang hari atau sore hari di tempat tinggal penulis jalan/kampung Rotowijayan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tidak seperti biasanya berjubel becak terutama pada musim liburan sekolah bulan Desember atau bulan Juli. Nampak terlelap sepi di jalan Rotowijayan hampir semua penghuni tidur nyenyak kecuali yang bangun dan terjaga. Masjid Keben tempat berjamaah penulis untuk shalat Shubuh yang pagi ini hanya terisi satu shaf untuk yang laki-laki dan satu shaf untuk perempuan itupun tidak penuh agak berkurang dari biasanya mungkin juga menyengatnya cuaca yang agak dingin sehingga kaum muslimin sekitar kami enggan jamaah ke masjid. Masjid Kagungan nDalem Rotowijayan di hari Selasa pagi penulis tuju untuk shalat berjamaah, dengan penuh kekhusyu’an masuk masjid terlebih dahulu sudah berwudlu dari rumah, sehingga langsung menuju shaf pertama yang masih kosong dengan shalat sunat tahiyyatul masjid dan shalat sunat qobliyah Fajar/Shubuh menunggu muadzdzin mengumandangkan iqomah. Teriring sayup-sayup bersautan iqomah dari masjid lain sudah terdengar namun tangan tetap menengadah memohon do’a sampai muadzdzin beranjak menuju tempat iqomah. Bapak H. Moh. Syifa dan bapak KRT Jatiningrat dan juga bapak Mukhlish, S.Ag. pak Slamet yang penulis ketahui sebagai jamaah tetap di masjid Kagungan nDalem Rotowijayan dan bapak-bapak lainnya termasuk bapak H. Syamsudimulyo dan bapak Hargiyanto yang hampir sering jamaah di masjid Ngejaman terutama pada bulan Ramadhan. Memang banyak sebutan dari Masjid Kagungan nDalem Rotowijayan seperti masjid Ngejaman dan masjid Keben orang menyebutnya. Disebut masjid Keben atau masjid Ngejaman sebab di sebelah timur masjid ada pohon Keben dan di dekat masjid sebelah barat ada tugu jam menghadap kantor kecamatan Kraton dan berada di dalam lingkungan Kraton.  Pagi seselsai shalat sejenak dzikir dan berdoa kemudian keluar dari masjid nampak bapak H. Moh. Syifa masih khusuk berdoa dan di depan penulis penulis sapa bapak KRT Jatiningrat yang lama tidak saling sapa sehingga seakan-akan lama tidak saling jumpa. Pagi yang segar penulis terus menuju tempat tinggal mempersiapkan diri dan anak-anak untuk siap pergi ke sekolah. Alhamdulillahirabbil’alamin dilanjutkan dengan berkendaraan menuju kantor dengan tidak lupa berdoa memohon agar selamat diperjalanan dan Alhamdulillah sampai di kantor sebelum jam masuk. Alhamdulillahirabbil’alamin kami bersyukur pada-Mu Yaa Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: