h1

Ke Jedah City Tour

November 7, 2012

Agenda hari ini Rabu, 7 Nopember 2012 adalah pergi ke Jedah dengan rombongan KBIH Bina Umat Yogyakarta. Di pagi hari menjelang pukul 08.00 alarm berbunyi sehingga jamaah di pondokan 919 semuanya turun. Sesampainya di lantai ground alarm berhenti berbunyi. Sambil menunggu beberapa saat di pintu luar pondokan penulis menunggu suasana tenang, meskipun satpam pondokan mempersilahkan jamaah untuk masuk ke kamar kembali. Ternyata di lantai delapan terdapat jamaah yang memanasi sayur ditinggal umrah sunnah, sampai sayurnya kering dan berasap kemudian alarm berbunyi, sebagian jamaah juga ada yang panik, dan selama alarm berbunyi jamaah berduyun-duyun turun lewat tangga. Siang pukul 13.30 kami sudah naik bus be ac siap menuju Jedah selain menyusuri pantai laut Merah juga melayat ke pusat perbelanjaan di Jedah. Jedah sebagai kota metropolitan di Saudi Arabia, sedang ibu kota Saudi Arabia berada di Riyad, sedangkan kantor konsulat masih berada di Jedah. Sebab itu kota Jedah berbeda dengan Makkah dan Madinah, dan nama Jedah berasal dari nama Jaddatun atau nenek moyang manusia ibu Siti Hawa. Turun dari surga Adam dan Hawa diturunkan Allah ke dunia, Siti Hawa di Jedah dan nabi Adam di India kemudian keduanya bertemu di Arafah tepatnya di jabal Rahmah. Jamaah berhenti di masjid Qishash Jedah untuk shalat ashar berjamaah. Masjid qishash tempat exsekusi, tetapi lima tahun terakhir exsekusi dilaksanakan tidak di tempat terbuka, sebagaimana pernah dilakuakn sebelumnya ketika diputuskan pengadilan langsung di eksekusi di masjid qishash ini. Nuansa religi kota Jedah tidak kentara seperti halnya di Makkah dan di Madinah, sebab itu pula Jedah terkenal dengan kota metropolitan. Untuk menghindari kemacetan di kota Jedah banyak dibuat jalan-jalan layang. Selain terdapat kuburan ibu Siti Hawa, di Jedah juga ada sepeda rakasasa, terkenal dengan nama sepeda nabi Adam. Di Jedah juga terdapat apartemen untuk orang Islam yang minta suaka politik karena diusir di negaranya. Kota Jedah di tepi laut Merah dan laut Merah menghubungkan Jedah dan Mesir yang bisa ditempuh dengan kapal dalam waktu 24 jam. Ada kisah di jaman raja Firaun yang mengistruksikan untuk membunuh bayi laki-laki dan membiarkan hidup bayi perempuan, ketika ibunya nabi Musa melahirkan mendapatkan ilham untuk memasukkan peti bayinya dan di buang di sungai Nil. Ternyata peti terdampar di depan istana raja Firaun.dstdst. Sehabis shalat maghrib di masjid apung menyusuri pantai laut Merah, banyak tempat sea foot dan ikan asap, sedangkan sebelah kiri banyak hotel berbintang. Menyusur di sebelah air mancur di tepi laut merah kemudian menuju ke al-Balad pusat perbelanjaan di Jedah sampai pukul 20.30 waktu Jedah terus pulang ke pondokan di Bakhutmah Makkah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: