h1

Hari Jum’at Hari Mulia

November 2, 2012

Sudah terhitung empat kali Jum’at penulis dan teman teman berada di Makkah. Tentu keinginan untuk mengikuti Jum’atan di masjidil haram amat besar, terlebih lagi angkutan bus untuk para jamaah sudah lancar dan, kemungkinan tidak sepadat hari-hari sebelumnya. Hari ini kami bangun berfariasi karena berbeda-beda kondisi, pak Ganda yang semalam baru pulang dari masjidilharam berjalan kaki, pak Subur yang baru pulih dari kelelahannya dan kondisi batuk yang masih tinggal sedikit, pak Aji yang setia menemani istrinya kapan saja, pak Eko Martono yang tetap tegap dan tegar meskipun badan capek, penulis sendiri ambil yang sedang-sedang saja bangun sebelum shubuh kemudian mandi wudlu terus menuju masjid dekat pondokan, alhamdulillah bisa masuk di shaf pertama dan mengikuti shalat berjamaah. Setelah selesai shalat dilanjutkan dzikir dan berdoa kemudian tetap di tempat shalat menunggu waktu syuruk. Sehabis shalat syuruk, memohon doa kepada Allah dan langsung keluar dari masjid, jalan-jalan disekitar masjid cukup lama untuk mencari keperluan sang isteri kemudian kembali ke pondokan. Sesampai di pondokan becengkrama dengan isteri tercinta sembari sarapan pagi yang nikmat dengan segelas susu hangat. Niat jum’atan di masjidilharam haruslah kesampaian hari ini dengan menyusun strategi dan memulihkan tenaga, penulis ambil air wudlu untuk shalat dhuha tiga kali dua rakaat kemudian berdoa dan istirahat sejenak, tak terasa sudah menunjukkan pukul 09.15, kemudian penulis bergegas mempersiapkan diri menuju masjidil haram. Dengan naik bus Saptco berdesak-desakan atau penuh sesak dua kali, naik di depan pondokan turun terminal Qudai, naik bus Saptco lagi dan turun di bawah hotel Grand Zam-zam, terus jalan sebentar sampailah di masjidil haram lebih awal sekitar 10.30, penulis dirikan shalat tahiyatul masjid kemudian sambil menunggu adzan jum’at penulis isi blog ini. Semua sejak adhan sampai selesai shalat Jum’at penulis bisa mengabadikan dengan merekam langsung dengan tab penulis. Alhamdulillah, dapat terdokumentasikan dengan baik. Kepalang tanggung jika penulis pulang ke pondokan, kemudian penulis menunggu sampai saat shalat ashar tiba untuk berjamaah di masjidil haram, Alhamdulillah semua kesampaian dan langsung meluncur ke pondokan naik bis Saptco lagi. Ketika penulis akan meninggalkan masjidil haram mendung hitam tebal muncul di sebelah timur menuju masjidil haram, dan setelah penulis naik bis Saptco kota Makkah diguyur hujan yang cukup lebat, pemandangan yang amat jarang terjadi di kota Makkah duguyur air hujan dari langit. Bus Saptco berhenti tepat di depan pondokan penulis, dan hujan masih berlangsung, banyak jama’ah haji yang menyaksikan hujan di depan pintu masuk pondokan, dan melihat air melimpah di jalanan. Alhamdulillah.

This slideshow requires JavaScript.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: