h1

Di Masjidil Haram dalam Samodra Do’a

October 14, 2012

Hari yang ke tiga di Makkah penulis hiasi dengan ibadah diantaranya shalat berjamaah di masjidil haram. Menjelang pukul tiga pagi dini hari seperti biasa penulis sudah bangun seperti reflek saja sambil membangunkan teman teman se kamar dalam pondokan atau hotel maktab 56 rumah 919 tingkat 5, Kami berlima pak Ganda pak Eko pak Subur pak Aji semua siap siap menuju masjid. Pak Ganda hampir selalu bersama penulis keluar pondokan bahkan sering menunggu di lantai bawah. Keluar dari hotel naik bus khusus yang disediakan untuk mengangkut jamaah ke masjidil haram dari Bakhutmah dioper sekali kemudian masuk terowongan sampailah dibawah hotel Grand Zamzam atau jam raksasa. Penulis mencari posisi yang agak longgar meskipun jamaah berjubel seperti laron. Yang tidak habis pikir di pelataran penuh dengan jamaah sedangkan tempat di dalam masjid yang agak jauh lengang dan mash ada tempat hang kosong terutama setelah dikumandangkan iqomah. Di tingkat dua dan ber AC penulis dirikan shalat tahiyatul masjid dua rakaat kemudian masih bisa shalat tahajut dan witir diselingi dengan permohonan doa. Setelah lantunan suara adhan penulis dirikan shalat sunat qobliyah shubuh saat menunggu shubuh bersamaan dengan doadoa permohonan kepada Allah SWT. Setelah shalat shubuh kembali memanjatkan doadoa kepada Allah dan sudah seperti biasanya jika setelah shalat fardlu terdapat shalat jenazah empat kali takbir dan selalu penulis ikut berjamaah sebagaimana di masjid nabawi Madinah. Setalah shalat jenazah penulis lanjutkan berdoa dan menunggu saat syuruq dengan tidak beranjak dari tempat shalat tadi. Saat syuruq tiba penulis dirikan shalat sunat syuruq kemudian memanjatkan doa lagi. Beberapa saat setelah itu penulis dirikan shalat sunat dhuha. Sehabis shalat sunat dhuha dan memohon doa penulis menuju tempat mulai melaksanakan thawaf dengan niat dan memberi isyarat lambaian tangan dan dicium lurus dengan hajar aswad dengan niat awal bismillahi Allahu Akbar diikuti mengelilingi kabah tujuh kali dengan pujian dan lautan doa permohonan kepada Allah SWT. Setelah selesai thawaf didirikan shalat sunat sehabis thawaf dan berdoa lagi. Nampaknya waktu masih menunjukkan waktu dhuha sebab itu penulis dirikan shalat dhuha lagi di tempat yang lurus dengan Multazam dengan memanjatkan doa doa untuk diri keluarga rekan kenaln dan handai taulan. Semoga semua doa dikabulkan oleh Allah SWT, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: