h1

Jarak 60 s/d 70 m atau 1 1/4 km

April 17, 2012

Demikianlah kondisi Ibu dan bapak atau orang tua kami di rumah yang hanya berdua dalam usia senja walaupun memiliki tujuh anak yang semuanya sudah berkeluarga sehingga tidak ada yang tinggal serumah. Semua anak-anak orang tua kami masing-masing bertempat tinggal di wilayah Cepu tiga orang di wilayah Jepara dua orang anak, di wilayah Kudus seorang anak dan penulis yang bertempat tinggal di Yogyakarta. Jarak Cepu sampai rumah ortu kami dan Yogya sampai rumah ortu kami terpaut cukup jauh jika ditarik garis lurus, dari rumah bapak-Ibu ke rumah adik-adik di Cepu 87 kilometer sedangkan dari rumah Ibu-bapak ke tempat tinggal kami di Yogya 128 km jauhnya, apalagi jarak tempuh hampir juga sama meskipun dari Yogya memang lebih lama dan jauh dibanding dari Cepu, namun saudara-saudara kami yang tinggal di Jepara tidak jauh dari rumah Ibu dan bapak, yang terdekat adalah tempat tinggal dinda Nuruddin yang hanya berjarak 60 s/d 70 meter, sedangkan dinda Sulis meskipun beda kabupaten tetapi jaraknya hanya lebih kurang satu seperempat kilometer dari rumah Ibu dan bapak kami tinggal, sehingga terkadang Ibu jika kangen ke rumah dinda Sulis hanya berjalan kaki apalagi ke rumah dinda Nurdin yang tidak jauh. Dan tempat tinggal dinda Sri sekitar tujuh kilometer dari rumah Ibu dan bapak kami. Setiap penulis pulang ke rumah ortu di Jepara dan setiap ketemu di tempat adik-adik kami bertepatan dengan adanya acara atau hajatan keluarga terutama Ibu ingin silaturrahmi ke Yogyakarta, sedangkan bapak sudah tidak terhitung untuk silaturrahmi ke tempat tinggal kami baik dengan mengendarai sepeda motor sendiri atau naik bis/travel, ataupun bersama-sama dengan saudara lain. Hari Ahad kemaren kesampaian niatan Ibu untuk sampai di Yogyakarta yang tadinya ingin berdua dengan dinda Sulis naik travel tetapi akhirnya berombongan diantar oleh suami dinda Sulis, dinda Arif dan juga Ibu Bapak dan seluruh keluarga dinda Sulis sampai di Yogyakarta, Alhamdulillah kami semua dalam keadaan sehat wal afiat. Di usia senja memang harus dilalui dengan penuh kesabaran, apalagi manakala penglihatan dan pendengaran serta tenaga sudah mulai berkurang sehingga mampu meletakkan sesuatu pada tempatnya menjaga stabilitas emosi dan perasaan jangan sampai apa yang diperbuat dan dikatakan menyebabkan orang lain tersinggung apakagi membuat marah. Perbanyak kalimah thayyibah dan beristighfar lebih utama dari pada mencela menggunjing apalagi mengumpat dan menyumpah orang lain. Astaghfirullahal’adhim alladzi laailaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: