h1

Air Hangat Sariater

February 29, 2012

Bagi penulis bisa pergi ke Sariater adalah merupakan kesempatan yang tidak bisa di tunggu-tunggu untuk mandi air hangat di Sariater yang sering dikenal dengan Ciater. Berawal di tahun 1987 bersama teman yang kuliah di Yogyakarta mas Joko namanya yang rumahnya di selatan pasar Lembang Bandung ketika itu mas Joko mengajak kami sehingga kami bertiga, mas Joko dari Lembang, mas Joko dari Solo dan penulis menuju kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu dan selanjutnya menuju ke Ciater. Penulis yang ketika itu akan melakukan apa di air hangat atau panas yang beruap itu kemudian kami memutuskan untuk mandi di kolam renang dengan kehangatan yang berfariasi. Terlebih dahulu masuk dan berendam di kolam yang tidak terlalu panas dengan merendamkan kaki terlebih dahulu pelan-pelan sampai seluruh badan sebatan leher terendam air hangat kolam di Ciater. Kemudian mencoba memasuki kolam yang lebih panas kemudian lagi mandi di kolam yang paling panas di kolam renang meskipun dengan membayar. Pengalaman yang pernah penulis ikut mandi juga ketika rombongan Guru dan Pegawai MAN Yogyakarta 1 ke Jawa Barat dan Jakarta. Penulis tidak ikut mandi di kolam renang maupun di kamar khusus untuk mandi secara tertutup, namun mandi di sungai yang juga memiliki temperatur cukup panas dengan mandi bersama-sama dengan bapak-bapak yang lain seperti pak Dadang dan pak Dananto dan lainnya ketika itu. Dan pengalaman terakhir dalam menikmati mandi di air hangat Ciater adalah pada hari Ahad, 26 Pebruari 2012 kami berlima yang ketika itu siap mandi tetapi karena hujan mencari tempat yang nyaman untuk mandi. Teman kepala madrasah pak Bahsan, pak Hadi, dan pak Mujiyono terlebih dahulu mandi di kolam bawah, karena kurang nyaman di kolam bawah penulis dan pak Ngadul naik untuk mencari tempat tersendiri tatapi untuk kamar mandi yang dipatok tarip Rp. 40.000,- sudah habis atau penuh. Ketika bapak Ngadul penulis ajak ke kolam renang yang pernah penulis alami tahun 1997 pak Ngadul tidak mau karena celananya ketinggalan di bis atau tidak terbawa. Kmudian penulis menyusul tiga teman yang sudah rurun mandi di kolam bawah dekat air pancuran. Karena padatnya pengunjung dan memang kolam paling bawah penulis rasakan kotor teman-teman kami ajak naik ke air yang bersih kemudian naik ke atas menikmati pancuran dan sungai yang airnya lebih panas. Dengan teknik yang sama karena pernah mandi sebelumnya maka pelan-pelan dari kaki kemudian sedikit demi sedikit seruruh badan kecuali kepala terendam dalam air. Air hangat ciater yang berbelerang untuk mandi terasa badan lebih segar dan Alhamdulillah kami semua mandi dengan enjoy dan penuh suka cita. Sebelum menuju bis kami menikmati makanan di warung makan yang menyediakan minuman khusus seperti bandrek dengan susu, bakso maupun mie sesuai kegemaran kami. Kemudian siap-siap pulang ke Yogyakarta menempuh perjalanan malam.
Sariater Ahad, 26 Pebruari 2012

2 comments

  1. Sebenarnya di DIY ada juga pemandian air hangat dengan rasa bau belerang seperti di Parang Tritis atau di Kaliurang, tetapi lokasi di Ciater yang ditata dan tertata dengan asri dan menarik sehingga nyaman untuk dikunjungi terlebih lagi ditengah lokasi wisata terdapat masjid yang bersih dan nyaman untuk shalat.


  2. Khabarnya di Dieng Jawa Tengah juga ada juga lokasi untuk mandi air hangat berbelerang. Tetapi nampaknya agak khawatir akan kemungkinan keluarnya gas beracun yang mematikan jika mandi di dieng meskipun kemungkinan itu amat kecil.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: