h1

Pak Mingan dan Bu Santa Warga RT Kami

January 19, 2012

Sudah jalan bulan yang keempat penulis sehabis shalat jama’ah Shubuh di masjid terus memasak air untuk dibuat minuman teh dimasukkan dalam jumbo persediaan minum keluarga dan para pekerja yang sedang merehab rumah tinggal kami. Perhatian penulis tertuju kepada tetangga kami yang tinggal di selatan sumur umum yaitu bapak Mingan dan ibu Santa yang hampir setiap pagi sehabis shalat Shubuh setia dengan air di sumur umum terlebih manakala pompa air sumur umum RT kami sudah bisa difungsikan dengan baik, meskipun bisa saja air diambil dengan menimba. Penulis lebih suka mengambil air di sumur dengan menimba sebab untuk olah raga dan kesehatan dan juga selama tinggal di desa terbiasa menimba air di sumur rumah orang tua kami. Penulis agak heran mengapa pak Santo setiap penulis mengambil air selalu melakukan aktifitas mencuci pakaian dan bu Santa dengan mencuci piring gelas atau lainnya, sehingga dua orang pak Mingan dan bu Santa yang nampak di sumur umum ketika penulis mengambil air. Pasangan keluarga yang sudah lansia ini mendapat perhatian penulis sebab pak Santo yang sebagai penarik becak di usia senja masih nampak sehat tenaganya setiap hari menarik becak dan meskipun perawakannya sedang saja karena sudah tua dan nampak kurus. Perjuangan hidup mereka nampak cukup berat, pantas manakala beliau mendapatkan santunan. Sejak dulu rumah beliau tepat di selatan sumur umum RT 45 RW 13 yang bangunan rumahnya menyatu dengan sumur umum sehingga sangat strategis dalam ikut memanfaatkan sumur umum. Tetapi tidak jarang juga ketika pompa air yang sering hidup ketika pompa lama ada dan belum di ganti seperti sekarang meskipun hidup seharian tapi airnya sedikit keluar dan tentu tidak bisa memenuhi bak atas sehingga bak penampungan air di atas selalu kosong. Namun sudah dua bulan dari sekarang setelah pompa air diganti baru dan dipasang dengan baik oleh bapak Ngadiman (tukang profesional di kampung kami) alhamdulillah air bisa berjalan lancar dan warga sekitar dapat menggunakannya dengan baik. Tetapi terkadang masih ada warga yang kelupaan mematikan pompa air sedangkan bak penampungan air sudah penuh. Ini terkadang yang menjadi sasaran minta tolong adalah pak Mingan dan bu Santa yang paling dekat dengan sumur, terutama bu Santa yang selalu ada di rumah. Meski terkadang yang menyalakan pompa air bukan beliau berdua tetapi pengguna sumur umum lainnya. Menghidupkan dan mematikan pompa air di sumur umum memerlukan perjuangan dan jika warga tidak atau kurang paham keadaan, pak Mingan dan bu Santa sebagai sasaran kesalahan manakala pompa air rusak atau tidak bisa dipakai, padahal pemakai air bak di sumur umum RT kami adalah bukan hanya mereka berdua. Beberapa keadaan pak Mingan adalah beliau yang bisa ditulis disini adalah beliau ketika pertama kali penulis tinggal di kampung Rotowijayan beberapa kali penulis lihat pernah mengumandangkan seruan adzan di masjid Kagungan nDalem Rotowijayan dan beberapa kali di tahun dua ribuan pernah mengumandangkan adzan di masjid al-Amin Rotowijayan dan termasuk  seorang yang rajin menghadiri pengajian. Di usia senja yang nampak sehat seperti bapak Mingan sayang manakala disia siakan waktunya untuk mencari nafkah tapi tidak tau ibadah. Tetapi penulis berhusnudhan bahwa pak Mingan adalah rajin ibadah meskipun akhir-akhir ini nampak jarang terlihat ke masjid untuk shalat jama’ah, meskipun tempat tinggalnya dekat masjid. Sedangkan tentang bu Santa yang pernah secara langsung menyampaikan ke penulis tentang kegelisahan beliau bahwa “bagaimana pak belakang rumah saya kok penuh dengan pot bunga atau tanaman”, nampak terbersit orang atau warga yang hidupnya paspasan atau kekurangan ini memelas mohon didengar keluhannya. Secara langsung penulis jawab “Yang mana bu?  “Barat rumah saya”,  jawab beliau. “Ya dicoba sampaikan sendiri dengan yang punya tanaman” lanjut jawaban saya. “Nggak berani” jawab bu Santa. Apalagi saya bu bukan tempat saya nanti saya yang dibenci dan tidak disukai oleh yang punya tanaman. Beginilah kondisi posisi seperti keluarga pak Mingan dan ibu Santa yang mengeluhkan barat rumah beliau dipenuhi dengan pot bunga oleh tetangga sebelahnya. Memang bunga atau tanaman dengan pot yang ditata dengan rapi dan indah dapat memberikan keindahan kesejukan dan penghasil oksigen untuk makhluk hidup yang ada di sekitarnya termasuk manusia, tetapi tanaman dan bunga yang ditaruh dalam pot atau taman yang tidak terurus selain mengurangi keindahan juga nampak kumuh jorok dan lembab. Sehingga tergantung dari sisi mana kita melihat kondiri bungan dan tanaman yang ada dalam pot. Tenggang rasa atau tepo seliro yang tinggi di kampung tempat tinggal kami mampu mencairkan kondisi yang terkadang memunculkan masalah jika warga tidak punya hati, perasaan (roso) dan akal. Tinggal di suatu komunitas warga yang heterogen seperti di RT dan RW kampung kami memerlukan kepekaan rasa sehingga tidak mudah tersulut emosi apalagi emosi yang tidak terkendali. Cukup banyak kondisi warga wilayah kami yang dapat dijadikan contoh atau tuladha. Harapannya semoga tinggal di kampung yang heterogen seperti di Rotowijayan RW 13 kelurahan Kadipaten amat sangat memerlukan olah tenggang rasa dan prakarsa yang tingga serta kesabaran dalam menyelesaikan berbagai masalah yang mungkin timbul di permukaan. Sebagai contoh saja saat perjudian yang pernah marak di RT 45 RW 13 kelurahan Kadipaten yang sempat masuk media massa di tahun 2004 adalah satu diantara contoh-contoh yang jangan sampai terulang kembali demi kebaikan dan ketentraman kampung Rotowijayan khususnya di RT 45 dan atau RW 13. Dan juga jika penulis mengingat memori di masa awal tinggal di Rotowijayan rumah tinggal kami yang ketika itu ngindung kepada Kadang Kadeyan Mangkubumen Kraton Yogyakarta, bahwa hampir tiap malam atau pagi di depan pintu ruang utama rumah tinggal tinggal kami sebagai ajang perjudian kartu domino, manakala bola lampu kami matikan malahan bola lampunya raib atau hilang, akhirnya dengan bersabar dan lampu yang baru kami pasang kami tutup dengan botol gelas sehingga tidak hilang lagi, dan Alhamdulillah sekarang semua sudah berlalu lenyap dan musnah berupa perjudian atau permainan kartu domino dari depan pintu rumah kami. Harapannya semoga tempat tinggal kami dapat kita huni bersama dengan tetap menjaga keamanan ketentraman kedamaian kebersihan keindahan sehingan kita semua yang tinggal di wilayah kampung kami merasa aman-nyaman-tentram jauh dari gangguan ancaman bencana atau mala petaka. amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: