h1

Tasyakuran Toko Dos Surya 4

December 30, 2011

Atas undangan dari bapak Agus Sajiman pemilik toko “Dos Surya” di jalan Ngasem Rotowijayan penulis hadir beserta tamu undangan lainnya setelah shalat Isya’ tadi malam, dalam acara tasyakuran dan pembukaan toko “Dos Surya 4”. Acara yang dikemas amat sederhana oleh shohibul bait melalui pembawa acara bapak Nurdin Basori setelah pembukaan dilantunkan ayat suci al-Qur’an surat Ibrahim ayat enam dan tujuh oleh qori’ bapak Warzani dari Wonokromo Bantul dan dilanjutkan pengajian disusul do’a dan penutup. Inti dari pengajian dalam rangka tasyakuran pembukaan toko “Dos Surya 4” adalah memahami ayat 7 surat Ibrahim sekaligus mengingatkan kepada semua yang hadir dalam acara tasyakuran untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang telah Allah anugerahkan dan tentu Allah akan menambah kenikmatan yang telah Allah berikan. Dan siapa yang ingkar atas kenikmatan yang telah Allah anugerahkan sesungguhnya siksa Allah amat pedih. Waidz tadzdzna rabbukum lain syakartum laazidannakum walain kafartum inna adzabi lasyadid demikian bunyi lafadz surat Ibrahim ayat 7. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azdabku sangat berat”. Diingatkan pula suatu perumpamaan yang tergambar dalam surat al-Kahfi ayat 32 s/d 44 yang menggambarkan dua orang laki-laki, satunya kafir dan kawannya yang beriman. Sebagai i’tibar dan dapat dijadikan contoh bagi siapa saja agar tidak sombong dan angkuh atas apa saja yang telah dia usahakan sehingga nampak berhasil tetapi rapuh karena kesombongannya, akhirnya menyesal, ini gambaran bagi laki-laki yang kafir yang telah memiliki kekayaan yang melimpah dengan dua kebun anggur yang dikelilingi pohon kurma dan ditengahnya mengalir sungai untuk mengairi kedua kebunnya, dengan hasil yang melimpah ruah banyaknya, sehingga laki-laki kafir tadi sombong dan angkuh atas usahanya dan kekayaannya yang melimpah mengatakan kepada temannya yang beriman.”hartaku lebih banyak dari pada hartamu dan pengikutku lebih kuat”. Dan dia memasuki kebunnya dengan sikap merugikan dirinya sendiri karena angkuh dan kafir, dia berkata “aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya, dan aku kira hari kimat itu tidak akan datang, dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada ini.” Kawannya yang beriman berkata kepadanya: “Apakah engkau ingkar kepada Tuhan yang telah menciptakan engkau dari tanah, kemudian dari setetes air mani, Dia menjadikan engkau sebagai laki-laki yang sempurna? Tetapi aku percaya Dialah Allah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun. Dan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan “MasyaAllah la quwwata illa billah” (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah), sekalipun engkau anggap harta dan keturunanku lebih sedikit dari padamu. Maka mudah-mudahan Tuhanku akan memberikan kepadaku kebun yang lebih baik dari pada kebunmu. Dan Dia  mengirimkan petir dari langit ke kebunmu sehingga kebun itu menjadi tanah yang licin, atau airnya surut ke dalam tanah, maka engkau tidak akan dapat menemukannya lagi.” Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan telapak tangannya tanda menyesal, terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya lalu dia berkata: “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.” Dan tidak ada lagi baginya segolonganpun yang dapat menolongnya selain Allah, dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya. Di sana pertolongan itu hanya dari Allah Yang Maha Benar, Dia lah pemberi pahala terbaik dan pemberi balasan terbaik. Perumpamaan yang diabadikan dalam al-Qur’an ini akan tetap jadi i’tibar bagi orang atau kaum yang  beriman untuk tetap tidak sombong tidak ingkar atau kafir. Dan dengan teriring do’a Rabbi auzi’ni an an asykura nikmatikallati an’amta ‘alaiyya wa ala walidayya an a’mala shalihan tardlahu wa ashlihli fi dzurriyyati inni tubtu ilaika wa inni minal muslimin, amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: