h1

Shalat Gerhana Bulan Total

December 10, 2011

Insya Allah nanti malam terjadi gerhana bulan di wilayah negara kita, Indonesia. Dalam Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh imam Bukhori dan imam Muslim yang artinya Sesungguhnya matahari dan bulan adalah bukti tanda-tanda kekuasaan Allah. Sesungguhnya keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang, dan tidak pula karena hidupnya seseorang. Oleh karena itu, bila kalian melihatnya, maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, shalat dan bersedekahlah. (Muttafaqun ‘alaihi) Selain itu kaum muslimin manakala terjadi gerhana matahari (kusyufisysyamsi) atau gerhana bulan  (Khusyufilqomari) disunahkan untuk shalat sunat. Adapun tata cara shalat sunat gerhana sama dengan shalat pada umumnya dan urutannya pun sama yaitu:

  1. Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.
  2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
  3. Membaca do’a istiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskansuaranya, bukan lirih). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana. (HR.Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
  4. Kemudian ruku’ sambil memanjangkannya.
  5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ‘SAMI’ALLAHU LIMANHAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD.
  6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
  7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’sebelumnya.
  8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal).
  9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
  10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
  11. Tasyahud.
  12. Salam.
  13. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. Karena sekarang sudah tidak ada perbudakan maka untuk membebaskan budak sudah tidak ada lagi sebab semua orang merdeka.

Semoga nanti malam kaum muslimin yang berkesempatan dapat mendirikan dan melaksanakan shalat gerhana bulan dengan baik dan lancar, adapun terjadinya gerhana bulan total diperkirakan hari ini Sabtu, 10 Desember 2011 pukul 21.06 WIB sampai 21.57 WIB.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: