h1

Mewaspadai Air di Musim Hujan

February 8, 2011

Musim hujan seperti sekarang ini memang harus ektra mensikapi rumah atau pekarangan masing-masing kita dan mengatur jalannya air dari rumah atau pekarangan menuju SAH (Saluran Air Hujan). Terkadang hujan lebat tiba-tiba turun bahkan disertai angin kencang. Bagi yang memiliki alur perjalanan air yang sudah baik dan memadai tidak ada masalah tetapi bagi rumah dan pekarangannya amburadul tak memperhatikan air hujan yang turun dari genting menuju ke SAH terutama pada lingkungan yang padat penduduk seperti di kota-kota yang penduduknya padat menjadi masalah bagi pengguna jalan dekat rumah itu maupun penghuni rumah itu sendiri. Pengalaman kami di kampung kami pernah setiap hujan lebat pasti gang tempat kami lewat penuh air dan banjir, tetapi setelah dirunut terdapat warga kampung yang memasang pralon ukuran sedang untuk buangan air tetapi dipasang menutupi SAH menuju SAH yang utama, Sudah tentu air tidak bisa berjalan lancar dan mengakibatkan air meluap dan banjir. Tetapi setelah SAH diberi jalan yang baik sampai sekarang tidak pernah banjir lagi. Namun demikian terkadang terjadi kecerobohan atau bahkan kesengajaan warga yang membuang air sembarangan sehingga mengganggu orang yang kebetulan lewat dibawah pembuangan air dari atas rumahnya.  Kecerobohan terjadi dua kali manakala pada gang kampung diatasnya dibangun rumah hunian dan system pembuangan air amburadul. Sudah tentu saat hujan lebat tiba tidak menjadikan kenyamanan bagi siapa saja yang lewat gang itu. Seperti ada kesengajaan air dibuarkan turun dari talang yang sudah rusak, sehingga percikan air yang turun langsung mengenai jalan ber konblok dan pantulan air itu mengenai siapa saja yang lewat atau benda yang ada disekelilingnya dalam istilah Jawa (kecipratan). Syukur jika mau menampung air yang turun dengan deras saat hujan dengan ember, panci, atau apa, yang dapat meredam pantulan air yang turun. Selama ini memang semua permasalahan yang timbul di kampung kami yang padat penghuni diselesaikan dengan musyawarah warga dengan damai, dan mengedepankan tenggang rasa (teposeliro) yang tinggi. Sehingga permasalahan yang kecil bisa diselesaikan dengan baik dengan kesadaran seperti menjaga lingkungan kampung hunian yang nyaman bersih sehat dan aman. Aman dari berbagai gangguan kebisingan, gangguan dari kata-kata yang tidak mendidik, sikap dan perilaku yang merugikan penghuni lain, dan sebagainya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: