h1

Sujud dan Menangislah

November 10, 2010

Sulit dan susah dimengerti manakala seseorang menangis dihadapan umum boleh jadi tangisan yang mengeluarkan airmata itu dikatakan air mata buaya, atau mudah dimengerti manakala tangis dan air mata yang keluar menunjukkan kesedihan atau kepiluan seseorang. Tetapi manakala orang menangis dihadapan Tuhannya pada saat shalat atau pada saat sunyi kesenyapan malam maupun saat sendirian di dalam kesendirian seperti dalam pepatah faillam yabku fatabaku (jika tidak bisa menangis maka menangislah). Islam melalui contoh teladan nabi Muhammad SAW telah memberi contoh dalam bersujud bahkan dikenal berbagai macam sujud dalam Islam. Seperti sujud dalam shalat, sujud sahwi, sujud tilawah, sujud syukur, dan nama-nama sujud lainnya. Sujud dalam arti khusus dengan posisi badan manusia yang sujud dari dahi hidung telapak tangan tumit serta ujung-ujung jari kaki sejajar rata pada permukaan tempat sujud, seraya melafadzkan ucapan sujud/tunduk dihadapan Sang Pencipta seluruh alam dan isinya. Disini manusia sangat dan amat kecil dibandingkan dengan ke-Maha Besaran Sang Khaliq, sebab itu tidak sepatutnya manusia itu sombong angkuh dan takabbur, adigang adigung adiguna, sopo siro sopo ingsun. Dalam sisi lain menangis tidak semua dan selamanya menunjukkan kesedihan, bahkan kebahagiaan pun dapat dinampakkan dengan menangis atau dengan mengucurkan air mata. Perasaan seseorang dapat juga tersentuh untuk menangis atau menitikkan air mata manakala rangsangan untuk menangis itu timbul, jika sedih dan duka kemudian menangis itu sudah biasa nampak dihadapan manusia, tetapi menangis karena tersentuhnya rasa tunduk dan bertambahnya kekuatan iman seseorang dan kecilnya manusia dihadapan Sang Pencipta. Sujud jika dilakukan dengan sadar bukan dengan paksaan, tidak seperti komando tentara atau polisi yang menyeru “tiarap” kepada yang diberi komando. Dan lafadz yang diucapkan dalam posisi sujud adalah lafadz yang indah seperti : “subhana rabbiyal a’la wabihamdih, subhana man la yanamu wala yashu, sajada wajhiya lilladzi halaqahu wasawwarahu wasyaqqa sam’ahu wabasarahu bihaulihi waquwwatih, Allahummaj’alni minassajidina liwajhikal bakina min khosyyatika, Allahummaj’alni raki’an sajidan qoiman bito’atik, Allahumma zidni laka khusyu’an, Allahumma akrimni bitha’atika wala tuhinni bimaksiyatik, Allahumma la taj’alni minal mutakabbirina waj’alni minassajidina liwajhika, Allahummaj’alni minassajidina liwajhikalqoimina biamrikal khoifina min ‘adzabika, Allahummaj’alni minallahijina bidzikrikalbakina ilaikal khosyi’ina laka, Allahummaj’alni minassajidinalakal qoimina bitho’atikannafirina bimaksiyatika, Allahummaj’alni minassajidina liwajhikal hamilina biamrikalmuntahina binawahika, Allahummaj’alni minassajidina liwajhikal musabbihina bihamdika waa’udzubika min an akuna minalmutakabbirina, Allahumma laka sajadtu wabika amantu wa’alaika tawakkaltu faghfirli dzunubi ya wasi’almaghfirah”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: