h1

Yogyakarta Cuaca Sore Hari Tidak Menentu

October 19, 2010

Beberapa hari ini setelah pukul lima belas atau tiga sore kondisi cuaca di Yogyakarta berawan atau mendung dan terkadang mendung hitam dan gelap, bisa diprediksi mengakibatkan turun hujan lebat. Tentu berbagai antisipasi telah dilakukan masyarakat menghadapi cuaca yang tidak menentu ini. Sering dikatakan cuaca yang “salah mongso” jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia tidak tepat waktunya. Semua kita kembalikan kepada Tuhan yang memiliki semua kehendak dan takdir. Biarpun demikian manusia tetap waspada dan hati-hati dalam berhadapan dengan kondisi alam yang terkadang tidak atau kurang ramah dengan manusia seperti hujan lebat, angin kencang puting beliung, banjir dan tanah longsor. Manusia yang dikaruniai akal pikiran mampu menganalisis dan bertindak untuk menanggulangi atau menghindari berbagai kondisi alam yang kurang atau tidak ramah. Nekad bukanlah perbuatan yang bijak dalam menghadapi kondisi alam, tetapi manusia seharusnya sadar akan semua yang diperbuatnya sehingga sedikit atau banyak berpengaruh terhadap murka dan tidak atau kurang ramahnya alam. Alam kecil dan alam besar atau mikrokosmos dan makrokosmos berjalan dan bergerak menurut sunatullah, diantara sunatullah adalah adanya sebab-akibat. Sadarkah manusia telah banyak berbuat kelalaian yang dikategorikan ke dalam tidak kesengajaan bahkan dengan kesengajaan yang menimbulkan murkanya alam? Menipisnya lapisan ozon, naiknya permukaan air laut, meningkatnya suhu di berbagai belahan bumi terutama kota-kota besar yang semakin panas dan gerah. Di berbagai tempat telah terjadi kerusakan akibat tingkah dan ulah manusia yang dengan perbuatan manusia baik skala kecil maupun skala besar berakibat menimbulkan bencana. Astaghfirullah, mungkin tinggal sedikit manusia-manusia yang sadar akan ekosistem, tata aturan, undang-undang, tatanan, sehingga telah banyak manusia melakukan kerusakan di muka bumi, entah dengan tangannya, dengan ucapannya, dengan kekuasaannya, dengan kesombongan dan kepongahannya. Contoh kecil yang bisa menjadi besar adalah sikap masyarakat yang belum sadat dalam meletakkan bekas bungkus permen bungkus roti dan plastik dibuang begitu saja pada tempat-tempat yang tidak cocok. Bungkus, puntung, dan asap rokok yang ada disekeliling tempat tinggal manusia. Entah sudah berapa juta hektar hutan di belahan bumi ini musnah akibat ulah tangan manusia yang belum sempat kembali hijau dan lebat lagi. MasyaAllah jika Tuhan telah menentukan Iradah-Nya tiada makhluk yang mampu menghalangi. Allahummahdinashshiratal mustaqim shiratalladzina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhubi ‘alaihim waladhdhalin, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: