h1

Membaca Menulis dan Olahraga

October 4, 2010

Membaca menulis dan olahraga adalah menjadi hoby penulis sejak masih anak-anak. Namun jika dirunut terlebih dahulu dari perjalanan penulis kegemaran pertama kali adalah dalam bidang olahraga meskipun tidak ada yang memperoleh prestasi yang menonjol atau biasa-biasa saja. Pada minggu pagi atau hari libur di pagi hari setelah shalat shubuh penulis semasa anak-anak sering jalan pagi menuju ke pabrik Sukun Gebog Kudus baik yang tekstil maupun terkadang yang rokok sembari hanya bertelanjang kaki dengan teman-teman sebaya penulis di kampung seperti Ali Muhtar, Moh. Sholeh, dan Siswanto dan juga dengan teman meski agak sedikit lebih tua dari penulis Nur Ahmad, Nur Khamid, dan Abdul Malik. Bahkan dalam hoby jalan kaki ini pernah kami lakukan di malam hari setelah shalat isya’ di mushalla kampung kami kami ber sepuluh menuju sawah barat desa Daren kemudian berjalan bersama-sama teman-teman menyusuri malam sampai Mayong kemudian belok kiri menuju ke arah timur, ke Kudus sampai kampung Jember Kudus kemudian belok kiri menuju ke utara, ke arah Gebog sesampai di pertigaan Tulis belok kiri sampai di rumah kami masing-masing, jika diukur kurang lebih menempuh jarak 25 sampai 30 kolometer. Melelahkan tetapi kenangan ini tetap menjadi memori yang sulit dilupakan. Dan ini dilakukan sekitar awal tahun tujuh puluhan. Kondisi kampung kami yang belum terjamah listrik ketika itu sehingga ketika malam Ahad atau hari libur malamnya sering kami pergunakan untuk olahraga bulu tangkis atau badminton jika cuaca langit terang, meskipun dengan penerang lampu petromak. Berawal dari raket buatan ayah penulis dari papan yang dipotong untuk raket kayu dengan bunyi khas “tak-tok-tak-tok”, kemudian raket bersenar namun semuanya kayu, dan kemudian raket yang ada besi di tengahnya saja, kemudian raket yang bahannya dari karbon (Carbonex). Selain jalan kaki olah raga bulu tangkis yang penulis gemari dan juga olahraga menembak dengan senapan angin, berawal dari mengikuti menembak pak tua penulis bapak Ali Anwar di tahun tujuh puluhan yang juga punya hoby menembak, penulis pada tahun delapan puluhan pada hari-hari libur dan senggang penulis gunakan untuk memburu tupai dan burung derkuku atau tekukur dan perkutut. Daging burung derkuku dan perkutut ini kesukaan adik kandung penulis dikSri sedangkan jika mendapatkan tupai kami berikan tetangga atau ada arang yang mengkonsumsi daging tupai untuk obat dan selalu menerima jika penulis berikan kepadanya. Selama penulis bertugas di Kalimantan penulis gemar olah raga sepeda dengan mengendarai sepeda gunung (Federal) sepeda yang penulis pakai di Kalimantan kami bawa pulang dengan paket naik pesawat, benar sepedanya naik pesawat tapi orangnya naik kapal laut. Jarak yang cukup jauh penulis pernah tempuh dengan bersepeda seperti ke obyek wisata Pasir Panjang, ke obyek wisata Danau Sembedang, naik gunung dekat Singkawang di perkampungan Dayak, dan tempat-tempat lain yang dekat dengan tempat tugas penulis saat-saat hari Ahad atau hari libur kerja, menyenangkan. Olahraga mendaki gunung pernah penulis jalani pada tahun 1987 kami bertujuh mendaki puncak gunung merapi melewati dusun Selo kemudian berangkat naik Merapi pukul 01.00 dan sampai di puncak Merapi pukul 05.30 dan sempat berpose di sebelah puncak Garuda, puncak tertinggi Merapi ketika itu. Pada tahun yang sama penulis bersama shabat Wahyudin Abdulah Pasir Muncang Tagerang berdua menempuh perjalanan naik sepeda motor selama dua hari dua malam. Berawal sahabat Wahyudin mau mengambil motor untuk KKN, penulis yang memiliki waktu luang diajak mengambil motor ke rumahnya di Pasir Muncang. Sesampai di Pasir Muncang sahabat penulis mengajak mutar-mutar seharian naik motor ke Cilegon kemudian menyusur pantai Anyer bahkan sampai di Labuan, kemudian pulang kembali ke Pasir Muncang. Kemudian kami tempuh naik sepeda motor dari Tangerang menuju Yogyakarta melewati jalur Bogor-Puncak-Bandung-Tasikmalaya-Majenang-Gombong-Yogya. Inilah rekor terlama dari perjalanan penulis dalam mengendarai motor. Jika naik sepeda motor dari Yogya ke Jepara sudah demikan banyaknya atau berkali-kali sehingga sulit dihitung sejak tahun 1982, pertama kali naik sepeda motor dengan sahabat Abdul Rahman Sa’id al-Khudri ketika itu kami masing masing mengendarai sepeda motor Yamaha. Penulis mengendarai Yamaha L2G bikinan tahun 1977 yang sekarang disebut dengan nama Cekuntur dan kondisinya masih layak pakai, dan kala itu di perjalanan tidak sepadat sekarang. Untuk olahraga main bola folly penulis ketika remaja juga menggemarinya tetapi setelah bekerja menjadi guru olahraga ini hampir tidak pernah penulis lakukan lagi. Demikian pula untuk olahraga sepakbola penulis sesekali waktu sebagai pelengkap pemain dalam lomba tujuh belasan. Olahraga jalan kaki, bulu tangkis dan bersepeda masih penulis gemari sampai sekarang sedangkan untuk menembak dan mendaki gunung sudah menjadi kenangan indah bagi penulis.

Kegemaran membaca terbangun berawal sejak kecil namun bertambah frekuensinya manakala penulis menimba ilmu di Yogyakarta. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Tarbiyah Jurusan Tadris Matematika tempat penulis memperdalam ilmu yang bukan hanya matematika saja tetapi ilmu-ilmu agama Islam menjadi kegemaran penulis untuk dibaca. Selama menjadi mahasiswa ada tiga tempat yang dominan untuk aktifitas penulis yaitu; kampus, pondokan dan perpustakaan. Hampir semua perpustakaan besar di Yogyakarta penulis singgahi untuk membaca referensi sesuai dengan disiplin ilmu penulis. Koran dan majalah juga tidak ketinggalan untuk jadi bahan bacaan penulis pada era tahun delapan puluhan, selama bertugas di Kalimantan kegemaran penulis untuk membaca masih terjaga dengan berlangganan koran Republika, Akcaya, The Jakarta Post, dan terkadang Kompas sedangkan untuk jurnal penulis langganan “Ullumul Qur’an” dan majalah bulanan “Khutbah Jum’at”. Sedang untuk buku-buku baru penulis pesan langsung ke penerbit “Mizan” Bandung ketika itu. Untuk menyalurkan hobby membaca sekarang penulis memiliki perpustakaan pribadi di rumah dan juga ada perpustakaan “Mekar” atau “Mekar Pustaka 13” di tempat tinggal kami.

Untuk hoby menulis terbangun manakala penulis menempuh kuliah di Pasca Sarjana UMS tahun 2000, awalnya untuk mengisi artikel di majalah bulanan “Bakti” Depag DIY disana beberapa tulisan penulis masuk dan di muat pada awal tahun duaribua satu sampai duaribu tiga, sehingga dari tulisan penulis mampu mengantarkan penulis mengikuti even berbagai lomba, dan meraih prestasi dalam Guru Berprestasi SMA-MA-SMK kota Yogyakarta tahun 2004, pada tahun yang sama meraih juara I tingkat Propinsi DIY di Departemen Agama, dan Juara III dalam even Guru Teladan Tingkat MA secara Nasional. Untuk kreatifitas menulis ini meskipun meraih juara namun penulis rasakan belum terbukti memiliki karya monumental yang patut dibanggakan dan mempu mengubah dunia meskipun dari hal yang kecil. Dan memang menjadi motto penulis berbuatlah dari yang kecil-kecil dan bermanfaat untuk mendapat yang besar yang lebih bermanfaat. Contohnya saja dalam menulis di blog yang tertera ini adalah upaya untuk menyalurkan hobby penulis dalam menulis dan juga tulisan dalam “guruskima.wordpress.com” dan masih banyak tulisan penulis dalam blog lain dengan tujuan tulisan penulis bermanfaat bukan hanya bagi penulis dan keluarga, rekan-rekan dan kenalan serta siapa saja yang bisa mengambil manfaat dari tulisan penulis. Semoga ada manfaatnya bagi para pembaca, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: