h1

Waton Nekad atau Tidak Waton Nekad

November 16, 2009

Mudah-mudahan judul waton nekad tidak dijadikan patokan untuk bertindak dan berbuat, sehingga yang terjadi dan selalu menjadi kebiasaan untuk dijadikan patokan adalah tidak waton nekad. Dan memang dimana saja seseorang harus tunduk pada aturan yang dipakai pada tempat dimana dia berada. Judul di atas berawal dari keadaan yang nampak keseharian berada di hadapan kita dan sekilas mungkin secara langsung maupun tidak langsung mengganggu, baik untuk ketertiban, kenyamanan orang banyak atau untuk umum jika seseorang hanya waton nekad saja. Ideom atau pepatah waton nekad mungkin tepat digunakan oleh para preman (free man) atau apapun namanya. Suatu contoh waton nekad diantaranya adalah orang yang berjualan menjajakan dagangannya di tempat sembarangan entah itu di trotoar yang seharusnya untuk orang berjalan kaki akan tetapi trotoar ini penuh dengan barang dagangan atau bahkan bangunan yang dipandang tidak rapi bahkan terkesan kumuh. Kondisi seperti ini dapat kita jumpai di berbagai sudut kota yang belum tertata dengan rapi, baik dari segi aturan main dan tata cara penggunaan tempat umum untuk menjajakan barang dagangan. Ada kesan waton nekad manakala para pedagang sembarangan dalam menjajakan dagangannya. Di pusat kota/kabupaten, propinsi bahkan ibu kota terkadang sampai saat ini masih dijumpai kondisi yang menunjukkan sikap mental sementara orang yang waton nekad. Lebih ironis lagi manakala terdapat unsur kesengajaan, jika istilah ini dikembangkan lagi, maka bisa saja istilah ini dilakukan oleh siapa saja yang sengaja atau tidak sengaja melanggar aturan. Sehingga alangkah indah dan baiknya jika kita ganti dengan istilah Tidak Waton Nekad yang dapat diartikan sangat selektif untuk berbuat dan bertindak. Dalam istilah Islam dikenal dengan hasibu qabla an tuhasabu yang maksudnya perhitungkanlah apa yang kamu perbuat atau akan kamu lakukan sebelum kalian dihitung/dihisab pada hari pembalasan nanti. Apapun jenis pelanggaran yang dilakukan oleh seseorang pada mulanya adalah waton nekad, tetapi bahkan terkadang seakan-akan bukan merupakan pelanggaran apa yang dilakukan oleh seseorang karena sudah dan sering dilakukan oleh orang banyak. Penulis mendapat sebuah cerita seorang dokter anak sepulang dari mengikuti konggres dokter anak se dunia di China. Di China ada sebuah desa perkampungan perkebunan teh yang tidak boleh dimasuki oleh kendaraan bermotor, dan ini dipatuhi oleh siapa saja yang masuk ke lokasi desa ini, memang ada pengecualian hanya kepala desanya yang punya kendaraan bermotor dan otomatis dalam keadaan tertentu kepala desa melewati perkebunan dengan kendaraan bermotor dan tidak menjadikan protes dari warga maupun siapa saja yang masuk kampung itu. Yang dapat kita petik dari contoh ini adalah adanya kedisiplinan oleh para penghuni atau pengunjung atau siapa saja yang masuk dalam perkampungan itu untuk tidak memasuki kampung dengan kendaraan bermotor. Jika kita tengok di kampung kita dan kebiasaan keseharian kita, dengan kendaraan bermotor yang akan terus bertambah berjubel dijalanan, apalagi dengan tidak mentaati aturan berkendaraan, entah dengan ngebut, tidak mengindahkan rambu-rambu lalu lintas dan aturan-aturan yang ada sehingga terkadang dapat kita saksikan dihadapan kita seseorang yang waton nekad. Mendirikan bangunan atau tempat tinggal dengan mengindahkan aturan, berbicara dan mengemukakan pendapat pada pertemuan dengan sembarangan dan memakai logika, mengenakan busana dengan tidak sembarangan, melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya tidak dengan asal-asalan, disiplin dan serius dalam belajar dan bekerja, dan masih banyak lagi contoh-contoh yang dapat dilakukan dengan baik, selaras, serasi, dan cocok dengan aturan atau tidak waton nekad. Mudah-mudahan seseorang dalam berbuat selalu dengan patokan tidak waton nekad, sehingga manfaatnya dapat secara maksimal dirasakan bukan hanya bagi orang itu sendiri tetapi dapat juga dinikmati dan dirasakan oleh orang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: