h1

Kesan Mudik 1429 H ke Daren Nalumsari Jepara

October 4, 2008

Daren Nalumsari Jepara sebelum ada pengembangan kecamatan dikenal dengan nama Daren Mayong Jepara.

Daerah ini sejak negeri ini dijajah Belanda amat potensial untuk penghasil gula merah yang diproduksi oleh rakyat setempat dengan cara tradisional. Pada tahun enam puluh dan tujuh puluhan masih dapat dilihat dan disaksikan cara penggilingan tebu untuk menghasilkan gula merah dengan menggunakan tenaga kerbau atau lembu. Seiring dengan laju perkembangan teknologi penggilingan tebu yang akan dimasak menjadi gula merah sudah menggunakan tenaga mesin diesel. Pada era tujuh puluh dan delapanpuluhan setiap sebelum fajar menyingsing dapat terdengar dari kejauhan deru penggilingan tebu, meskipun hanya ada kurang lebih sepuluh tempat penggilingan tebu.

Program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) pada akhir era tujuh puluhan dan awal tahun delapanpuluhan sampai sekarang cukup banyak tebu dari wilayah Daren dan sekitarnya mensuplay bahan baku untuk Pabrik Gula di Rendeng Kudus Jawa Tengah. Bahkan pada awal era tahun itu pula relatif banyak tebu yang dikirim ke luar Daerah Karesidenan Pati, seperti ke pabrik tebu Madu Kismo Yogyakarta.

Program TRI amat menguntungkan petani tebu yang memiliki lahan luas, sehingga bagi petani yang hanya memiliki lahan terbatas amat sulit untuk bisa memasok tebu bahan baku gula di Pabrik Tebu seperti Pabrik Gula Tebu Rendeng Kudus Jawa Tengah. Sehingga satu-satunya jalan bagi petani tebu yang hanya memiliki lahan terbatas tebu dijual kepada tengkulak atau digiling diproses untuk dibuat gula merah dan dimasak secara tradisional. Sedangkan gula merahnya ada yang langsung dijual, ada juga yang ditimbun untuk dijual manakala harga gula merah sudah tinggi dan menguntungkan.

Celakanya manakala harga gula merah tak kunjung naik dan stabil sampai musim panen berikutnya, sedangkan gula merah tidak tahan dengan iklim dan cuaca yang berubah-ubah. Dalam kondisi seperti ini petani yang menimbun gula merah mengalami kerugian, untung masih dapat menutup semua biaya sejak perawatan tebu sampai penjualan gula, tetapi boleh jadi mengalami kerugian. Tetapi jika harga gula tinggi, petani yang menimbun gulanya mampu memperoleh keuntungan maksimal. Sehingga dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan yang memerlukan dana cukup besar, seperti membangun dan memperbaiki rumah, pergi haji ke tanah suci, membeli mobil, biaya pendidikan anak ke perguruan tinggi, melangsungkan pesta pernikahan, dan sebagainya.

Di desa yang terletak di sebelah barat daya kota kecamatan Gebog ini, bagi penduduk yang tidak memiliki lahan pertanian ada yang menjadi tenaga sejak menanam, merabuk, membersihkan dan menggemburkan tanah tempat tebu tumbuh, sampai pasca panen tebu. Tetapi cukup banyak pula penduduk yang merantau ke kota besar seperti Jakarta, ada yang menjadi tenaga pembangunan, pemborong ataupun pegawai kantor. Sedangkan warga yang tinggal di desa terdiri dari wiraswasta, pengusaha transportasi, pegawai negeri atau swasta, tukang dan lain-lain.

Hampir seperempat warga merantau ke lain daerah bahkan ada yang pindah penduduk dan menetap di tempat yang baru, tetapi kadang jika Idul Fitri tiba relatif banyak yang mudik lebaran, dengan fariasi tenggang waktu berada di desa kelahiran terutama bagi warga yang memiliki orang tua yang masih hidup.

Pemudik masing-masing juga punya pengalaman sendiri-sendiri. Penulis tahun ini pulang mudik setelah shalat ‘Id di Alun-alun utara Kraton Yogyakarta, sehabis pelaksanaan halal bil-halal di masjid al-Amin Kraton. Jalur yang kami tempuh adalah melalui daerah pegunungan di Magelang, yaitu Ketepas menuju ke Kopeng-Salatiga-Semarang dan ke Kudus, langsung sampai tempat kelahiran menjelang shalat Ashar tiba. Dengan sebelumnya beberapa kali berhenti, di Ketepas, di Kopeng, dan di RSU Kudus.

Perjalanan yang cukup mengesankan bagi keluarga kami, dengan singgah berhenti di Ketepas menikmati bakso/mie, gorengan tempe, dan jagung bakar khas di Ketep dengan menikmati pemendangan pegunungannya, perjalanan selanjutnya lewat jalan perbukitan dan pegunungan menuju arah tampat wisata Kopeng Jawa Tengah. Kemudian masuk kota Salatiga dari arah selatan langsung menuju kota Semarang-Demak-Kudus, sampai Daren. Daren kurang lebih 10 km dari kota Kudus, dengan kekhasan daerah yang penuh dengan kebun tebu.

Setelah bersilaturrahmi dengan Ibu-Bapak dan adik-adik dan keponakan di rumah orang tua, langsung ke tempat pak de dan paman-bu lik (H. Ali Anwar, Hj. Dewi Rohmah – H. Surahman, Sutikahah – Wartono, H. M. Dahlan – Hj. Muzarofah, Hj. Siti Aminah/Sumaryati) dan langsung ke pertemuan keluarga di rumah mbak Erma Sofa. Istirahat pada hari pertama Idul fithri di rumah orang tua bersama adik-adik dan para keponakan.

Hari ke-dua kami pergunakan untuk silatrrahmi ke desa Ngetuk (Mbah Ndari-Herman-Karsumi), keluarga dari Bapak H. Busiri. Dilanjutkan ke Gemiring (pakde Toro), keluarga Ibu Hj. Zulaechah, dilanjutkan menuju ke Mayong (Ibu Hj. Aminah), terus singgah di Buaran rumah dinda Sri M – Moh Ahsan sampai siang.

Kemuadian di siang hari bersama anak-anak keponakan-keponakan mengambil ketela pohon beserta daunnya bersama Bapak di kebun sendiri tidak jauh / dekat dari rumah. Alhamdulillah Bapak H. Busiri masih sehat wal afiat, kami bersama-sama njebol enam pohon ketela yang ketelanya sampai dua karung goni beras kecil, kami ikat dan di bawa ke Yogya, Alhamdulillah. Ucap syukur tidak pernah lepas dari lesan dan hati kami, Allah telah memberi karunia yang amat besar kepada keluarga kami, keluarga orang tua kami, adik-adik kami, dan saudara-saudara kami.

Alhamdulillah penulis dan segenap keluarga selamat sejak berangkat sampai pulang kembali ke Yogya. Alhamdulillah juga bertemu dan bersilaturrahmi dengan Ibu, Bapak, semua Adik, keluarga, sanak famili dan handai taulan. Selama perjalanan baik saat berangkat dan pulang kembali tidak ada kemacetan yang berarti alias lancar-lancar saja.

Sampai ketemu lagi di tahun depan semoga Allah SWT mengijinkan dan memberi kesehatan kepada semua anggota keluarga besar almarhum H. Ma’ruf (Soejono) – Hj. Mastutik – Masnufah – Badi. Dan juga para tetangga sanak keluarga dan handai taulan di Daren dan sekitarnya, amin.

This slideshow requires JavaScript.

4 comments

  1. Assalamuálaikum Wr. Wb

    Alhamdulillah saya berkesempatan menemukan bloger sodara tertuaku Kak Adi karena saya tertarik pada saat beliau memberikan wejangan kepada kami pada saat acara Halal Bihalal. Beliau memang seorang penulis sejati dan sungguh luar biasa perjuangan yang beliau jalani dalam hidup dan kehidupan ini. Pengenalan dan penyampaian informasi melalui media seperti ini bisa dan saya yakini akan banyak memberikan manfaat. Mudah-mudah dengan izin ALLOH semua sodaraku (Kakak, Adik, Ponakan, semuanya) bisa menikmati kemudahan ini. Amin

    Wassalamualaikum


  2. Assalamu’alaikum. Yah dinda Novi, kaAdi juga sampai lupa nama komplit dinda Novi, melalui media ini tolong nama-nama lengkap keluarga kita yang masih belum lengkap atau keliru tolong kAdi diingatkan atau dibetulkan. Betul kita bersama-sama mengisi media yang positif buat keluarga besar kita. Semoga Allah meridloi ikatan kekeluargaan dan persaudaraan kita semua, amin. Wassalamu’alaikum


  3. Rencana bakalan meriah penikahan adinda Ery tanggal 21 Juni 2009 hari Ahad nanti sesuai dengan undangan yang sampai kepada kami. InsyaAllah kami sekeluarga juga mudik ke Daren Nalumsari Jepara.


  4. Dinda Ery menikah dengan Budi dari Jakarta, akad nikah dan walimatul ursi berlangsung di rumah paman HM Dahlan Daren Nalumsari Jepara. Hari Ahad 21 Juni 2009 amat bersejarah bagi dinda Ery putri bungsu keluarga paman HM Dahlan-Hj Muzarofah sebab dari pasangan Ery-Budi ini paman Dahlan untuk yang kelima kalinya ngunduh mantu yang terakhir kalinya, karena keempat saudara tuanya semua sudah berkeluaga. Dua abang sulung sudah berkeluarga dan tinggal di Jakarta (Dinda Amin dan Dinda Rois), satu abang tinggal di Daren (DInda Aan) , dan satu kakak perempuan tinggal di Jepara (Dinda Lia). Teriring do’a semoga dinda Ery dan dinda Lia segera dikaruniai momongan, amin.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: