Archive for August, 2008

h1

Sarang Lidi Menggelar Sarasehan

August 30, 2008

Sarang Lidi merupakan istilah yang mengundang tanda tanya bagi pembaca. Sarang Lidi singkatan dari Persatuan Orang Tua Peduli Pendidikan. Pada hari ini, sabtu 30 Agustus 2008 Sarang Lidi bekerjasama dengan Partnership for Governance Reform menggelar Sarasehan Sekolah Berkarakter bertempat di Kantor Partnership Jalan Tentara Zeni Pelajar No 1A Yogyakarta. Sarasehan yang sedianya dilaksanakan mulai pukul 13.30 bergeser tiga puluh menit, setelah dibuka oleh pengurus Sarang Lidi dilanjutkan paparan oleh Prof. Dr. Wuryadi, Ketua Dewan Pendidikan Propinsi DIY dengan tema “Sinergi Fungsi antara Orang Tua Sekolah Masyarakat untuk Memberdayakan Komite Sekolah”. Menyampaikan peran komite sekolah adalah sebagai; pemberi pertimgangan, pendukung, pengontrol, dan mediator pendidikan.

Pemberdayaan komite sekolah mengandung makna bahwa sesungguhnya komite sekolah dapat dikembangkan peran dan fungsinya secara benar sebagaimana diharapkan oleh semua pihak, komite sekolah dapat menghantarkan kualitas pendidikan yang bermutu dengan memberi makna yang benar tentang mutu pendidikan. Komite sekolah adalah ujung tombak penjaga dan pengendali arah pendidikan
nasional bangsa Indonesia. Sekolah yang berkualitas adalah sekolah yang mampu menempatkan secara konsekuen dan konsisten amanah konstitusi tentang pendidikan. Setiap sistem pendidikan menggunakan credo pendidikan sawiji yaitu menyatukan diri dengan Tuhan atau menyatukan diantara kita (mengkonsentrasikan diri bertemu dan bersatu dengan Tuhan) sengguh (self confidence) greget (semangat/spirit) dan ora mingkuh (konsisten).

Paparan selanjutnya disampaikan oleh Sri Meida dari partnership memaparkan hasil survei empat sektor pelayanan publik di Propinsi DIY yang meliputi bidang kesehatan, bidang pendidikan, bidang perijinan, dan bidang pertanian. Survei yang menggunakan dua pendekatan yaitu pendekatan pengukuran dari kualitas kinerja provider (the outputs with quality dimensions approach), dan pendekatan kepuasan pelanggan/masyarakat (the client satisfaction approach). Dengan sepuluh indikator

1) Tangibles : Penampilan fasilitas fisik, alat, teknologi dan penampilan pemberi pelayanan

2) Reliability : Kemampuan untuk melaksanakan pelayanan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. 3) Credibility : Perilaku dapat diopercaya dan jujur dari pemberi pelayanan.

4) Competence : Memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk melayani masyarakat.

5) Understanding the Customers : Berusaha untuk mengetahui keinginan dan kebutuhan masyarakat.

6) Communication : Menyediakan informasi yang dipahami dan /atau didengarkan.

7) Responsiveness : Keinginan untuk membantu masyarakat dan menyediakan service yang tepat.

8) Courtesy : Perilaku sopan dan menghargai masyarakat, keramahtamahan serta suka menolong

9) Security : Kemampuan pemberian pelayanan untuk menyediakan pelayanan publik yang bebas dari bahaya, resiko dan keragu-raguan.

10) Access : Kemampuan menyediakan pelayanan yang mudah dijangkau dan mudah dikontak oleh warga.
Hasil penelitian mampu memberikan rekomendasi untuk keempat bidang pelayanan publik yang diteliti.

Paparan selanjutnya adalah oleh dr. Bambang Sulistiyanto dari Sarang Lidi dengan tema Sekolah Berkarakter (Manajemen Perubahan) dengan penjelasan tentang latar belakang, input, proses, out put, out come, harus berubah, bagaimana mengikuti perubahan, leadership, fungsi leader, followership, siapa yang mengubah, kapan berubah, manusia Jawa, dan Sarang Lidi yang punya komitmen, pedili, punya konsep perubahan, siap bekerja sama, siap membantu.

Prof. Dr. Damarjati Supanjar memberikan tanggapan bahwa dengan pendidikan yang berupaya sunguh-sungguh sistematik mengubah masyarakat semut ke masyarakat lebah, pada komunitas lebah terdapat lebah ratu. Pendidikan hati yang peka menuju revolusi hati nurani. Yang mampu menangkap jaman dengan pandangan kefilsafatan, sabar, syukur dalam segala cuaca. Mati menurut orang Jawa itu layu/lelayu dan mati itu loyo/praloyo malahan jumeneng (berdiri).

Tanggapan-tanggapan berasal dari peserta sarasehan yang pada intinya menuju kepada sebuah sekolah yang berkarakter dengan meletakkan peran dan fungsi sekolah, komite sekolah, yang didalamnya termasuk orang tua atau masyarakat.

h1

Multitasking Friday

August 30, 2008

Yesterday is Friday, time like writer who had multitasking task with start going to school for teaching and learning at grade XII specialization religion till afternoon, then preparing the speaker at al-Amin Mosque by reminding time for fasting with patience in all condition. Read the rest of this entry ?

h1

Juara Harapan Tingkat Nasional LCC UUD 1945

August 30, 2008

Cukup pengalaman siswa siswi MAN Yogyakarta I dalam mengikuti Grand Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) UUD 1945 di Ruang Pustakaloka, Gedung Nusantara IVGedung MRP RI Istora Senayan Jakarta semalam yang ditayangkan secara live di TVRI Pusat Jakarta mulai pukul 19.30 sampai selesai. Read the rest of this entry ?

h1

Prepare Fasting with Padusan

August 30, 2008

Berbagai macam cara kaum Muslimin dalam mempersiapkan diri menghadapi dan menyambut bulan yang penuh berkah dan maghfirah. Di kalangan masyarakat muslim Yogyakarta sering dalam menyambut bulan suci ramadhan dengan istilah padusan, yang berasal dari akar kata adus (mandi). Jika padusan kita maknai secara positif maka dengan tradisi dan istilah padusan adalah membersihkan anggota badan dengan mandi. Sudah tentu banyak tempat yang bisa dipakai untuk mandi. Masyarakat tradisional bisa mandi atau membersihkan badan di sungai, tetapi masyarakat kota banyak yang memilih mandi di kolam renang, atau mandi di rumah masing-masing. Read the rest of this entry ?

h1

Power Learning from Group

August 28, 2008

Islamic State Senior High School (MAN) Yogyakarta I have much of teacher according with specialization which was him of subject matter. In this school there are four group of teacher; group of saint teacher by coordination with Mrs. Dra. Ari Satriana, M.Pd., Read the rest of this entry ?

h1

RESPONSIBILITY ALL MADRASAH AND STAKEHOLDER

August 28, 2008

Frequently we are hearing statement that madrasah is the second level of educations in Indonesia or part of regions in Indonesia. This statement is true or not. Really much of madrasah in all city in Indonesia can not competing with another institute of education else from primary school to high school. The other hand  been confessing many madrasah already had the best quality. The problem is how can we doing for enhance our madrasah that do not have competing with another. Simple answer is the responsibility all madrasah and stakeholder together to enhance by seriousness start now and do not waiting time. Believe if madrasah have power to give form, pattern, colors for civilization in the world. Lets together share with another institutions and may together make memorandum of understanding with institutions that have concern and responsible.

h1

COMING SCHOOL

August 28, 2008

Returning with the day off teaching like I am today, after I entering in my school the duty teacher today, Mr. Drs. R Khamdan  Jauhari from guidance and counseling talking me why coming in the moment today? Where you come from? I said, “I coming from my house” . Read the rest of this entry ?

h1

GROUP OF RELIGION SUBJECT MATTER

August 27, 2008

Yesterday I am dialogue with  supervisor  Mrs. Hj. Rostomar, M.Ag. , paying attention with group of religion subject matter. How had lack of this group although the member of group include principal, many vice principal and religion teacher else. Read the rest of this entry ?

h1

TEAM LCC UUD 1945 GO TO JAKARTA

August 26, 2008

Team Lomba Cerdas Cermat (LCC) UUD 1945 dari MAN Yogyakarta I hari ini bertolak ke Ibu Kota Jakarta, didampingi oleh dua orang guru pembimbing Ibu Dra. Hj. Soimah Kusumawahyuni, M.Pd. dan Ibu Hartiningsih, S.Pd. Team yang terdiri dari 15 orang (6 siswa dan 9 siswi) mempersiapkan diri untuk berlomba di gedung MPR RI dalam Grand Final LCC UUD 1945 yang memperebutkan peringkat satu sampai dengan empat bersama team dari SMA Bali, SMA Manado, dan SMA Manukwari. InsyaAllah pelaksanaan lomba akan ditayangkan oleh TVRI pada hari Jum’at tanggal 29 Agustus 2008 mulai pukul 19.30 sampai dengan 21.00 WIB. Semoga semua anggota team siap, lancar, sehat, dan sukses dalam mengikuti lomba. Amin.

h1

MATRICULATION OF QUR’AN

August 26, 2008

On Monday 25th of August 2008 is first time for matriculation of al-Qur’an in year education 2008-2009 for the grade X. The writer with assistant Harun Abdul Aziz from grade XI specialization religions. Read the rest of this entry ?

h1

Big Family from Daren

August 21, 2008

Much of experience since I know the word and some one else, specially intern my own family, H Busiri and Hj. Zuaechah family, and with my cousin. Much of my cousins from H. Ali Anwar’s – Hj. Zulaehah (alm) family, H. Moh Dahlan’s – Hj. Muzarofah family, H. Ali Mansur’s(alm) – Hj. Siti Aminah (Sumaryati) family, Moh. Thoha’s (alm) – Sukati (Alm) family, Wartono-Sutihah’s family, and H. Surahman’s – Hj. Dewi Rahmah family all in Daren village. This family from grand father and mother ( Mr. H. Ma’ruf – Mrs. Hj. Mastutik – Mrs. Masnufah – Mr. Badi ) Almarhum/ah.

In this moment my cousins who spread over the world. Erma Shofa, Yohim Uskandar, Alex Faisal, Emilida Yulistianti, Puput; Ir.H.Aminudin Azis,MM., Ir.H.Nasrudin Rois, Ir.H.Andi Ardiyanto, Lia Ratnasari, ST, Ery Indriati, ST; Hj.Endah Wuryanti, Enik, Ertin, Ulyana (alm), Mamat; Azis Abdussalam, M.Junaedi, Moh.Aklis; Riqza Suswati,SS, H.Soni Wardana, S.Ag, Ani, Rusdamuna/Una, Luqman,Maimun/Uun ; Elsa Rusmayanti,ST, Novi Mubarok, Nayyiri Habib. Please all my cousin give information in here for remembering and correction this name if wrong in our big family from Daren village.

Please too for another person from Daren village or around give information to us because the big family can wide from Rahayu or Krajan Village, Bendo Village, Karang Wetan village, Ngemplak, Balong and Sidorejo Village, Padurenan village, Karang Nongko, Ngetuk, Tritis, Bendan Pete, Kedungsari, Gebog, Dawe, Besito villages around Daren. So Kudus, Jepara, Demak, Pati, Purwodadi, Semarang, Magelang, Malang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya, or overseas, and so on, whom now had spread over the world. Thanks.

h1

OFF CLASSROOM IS THERE ANY

August 21, 2008

Many time I talking about off the classroom for the teacher around us. Actually much of teacher sometimes have time for facing the classroom less then 24 hour, so they have much time off the classroom. Sometimes the teacher estimating if no have classroom is free or not go to school. This is one of lack of our teacher in my own specially our madrasah. This conditions much be evaluation again and all the teacher should know and remember again about responsibility not only in teaching and learning in the classroom but also making preparations before learning precess, and after that evaluation by continual.

Mainly for the teacher should had documentation of all activity in teaching and learning. Preparing material for teaching and learning should been made before process teaching and learning. In all process teaching and learning the teacher should using various of method, so do not forget always evaluating the student.

Today like our friend saying many times to me, writer off classroom. Its mean I am not into the classroom. Although like this ,the writer should going to school. Not only specification the vice principal but also for share and sharing again with another teacher and doing many task in madrasah. May our madrasah always have the best quality by processing in teaching and learning every times although off classroom. Thanks.

h1

Classroom Supervision

August 20, 2008

About my writing before I had correction about classroom supervision by supervisor Mrs Dra. Hj. Rostimar, M.Ag. from Kandepag Yogyakarta. After I am writing I find the supervisor who friend together post graduate in UMS Surakarta on 2000th. Because I meet her in my school, I talk her, why in here? Already I meet the principal you do not coming supervision today”. I talk again. And she said “after supervision since morning on another classroom”. I am talking about why backed with planning of my classroom supervision? She said “Because of meeting and attending invitation at Kandepag Kota”. “I see”, said me. Read the rest of this entry ?

h1

SUPERVISI KELAS

August 20, 2008

Rencana hari ini jam ke-5 penulis disupervisi oleh pengawas PAI Kantor Departemen Agama Kota Yogyakarta, Ibu Dra. Hj. Rostimar, M.Ag. sesuai dengan time schedule yang telah tersusun. Tetapi entah alasan apa, di pagi hari penulis konfirmasikan ke my principal, he say is backed. No problem for me because I am always ready with facing supervision.

Read the rest of this entry ?

h1

Keheningan di Pagi Hari

August 19, 2008

Alhamdulillah kembali keheningan selama 10 menit di MAN Yogyakarta I mulai pukul 07.00-07.10 WIB. Dari audio room dipandu oleh Bapak Zuliadi bersama sama berdo’a mengawali aktivitas di kampus MAN 1 Yogya. Tadarus al-Qur’an yang dilantunkan secara serentak mulai surat ar_Rum ayat 50 sampai ayat 53 dibaca bersama dengan tartil warattilil qur’ana tartila harapannya semua yang ikut membaca mengetahui arti dan makna yang terkandung dalam ayat yang dibaca. Jika diterjemahkan adalah sebagai berikut : Maka perhatikanlah bekas-bekas Rahmat Allah bagaimana Allah Menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) Menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.(50); Dan sungguh jika Kami Mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tunmbuhan itu) menjadi kuning (kering) benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.(51); Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggupmenjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar dan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang,(52); Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat menberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (Petunjuik Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan Ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami)(53).

Demikian terjemahan ayat yang dibaca pada hari ini selasa, 19 Agustus 2008. Dengan harapan kita dapat memperoleh bukti -bukti tentang kekuasaan Allah untuk menghidupkan orang-orang mati, yaitu Allah menghidupkan bumi yang tadinya kering-kerontang seakan mati bahkan sudah mati. Allah mengirimkan angin dan tumbuh-tumbuhan menjadi kuning. Semiga menambah kekuatan iman kita kepada Allah SWT, amin.

h1

MAN YOGYAKARTA I JUARA NASIONAL LOMBA CERDAS CERMAT UUD 1945 TAHUN 2008

August 18, 2008

Beberapa kali dalam berbagai event MAN Yogyakarta I meraih juara nasional dalam spesifikasi bidang yang diunggulkan seperti Karya Ilmiah Remaja (KIR). Pada awal tahun ini MAN Yogyakarta I meraih prestasi Juara Nasional peringkat I kategori Madrasah Aliyah sering disebut reguler karena MAN Yogyakarta bukan MAN Model. Tidak heran jika prestasi siswa-siswa MAN Yogyakarta I maupun para guru-gurunya memiliki potensi menjadi juara dalam bidang yang menjadi unggulan. Read the rest of this entry ?

h1

Useful the Day Off

August 18, 2008

Libur hari senin tanggal 18 Agustus 2008 dimanfaatkan oleh MAN Yogyakarta I yang dimotori oleh Staf Humas Purnomo Basuki, S.Pd. dalam menggelar silaturrahmi orang tua murid kelas X dan kelas XII secara bergatian dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 12.00. Menghadirkan seluruh pengurus komite MAN Yogyakarta I yang diketuai oleh Bapak Drs. H. Sayuti, M.Pd.

Read the rest of this entry ?

h1

Give New Adress of Member

August 17, 2008

Do not our feeling times running faster then we done about three and a half year a go. I am remember about our commitment with The Forum Communication of Teacher and Principle of Madrasah who declarate together on 1st of January 2005 in Wisma Haji Jaksa Street Jakarta. Not late if in the moment I have responsibility to invite for communication again for share and together enhance quality of our Madrasah. Thank a lot for Mr. Drs. H. Ahmad Zainuri, M.PdI. from Palembang who always share with me every time, so many times I had connect with Mr. Drs. Mukhlis from Gandapura Nangro Aceh Darussalam, Mr. Drs. Ridwan Ali from Suak Timah NAD, Dra. Nurul Wahidah from Pontianak, and Mr. Drs. Yandri from Jambi. Read the rest of this entry ?

h1

AFTER CEREMONIAL 17TH AUGUST 2008 IN MAN 1 YOGYA

August 17, 2008

Start at 07.00 am all comunity  MAN Yogyakarta I ready for following ceremonial HUT RI ke-63 in the field of madrasah. After finish ceremony meeting in hall conduct by principal Mr. Drs. H. Muzilanto, M.Ag. with all teacher, official, and Students KKN from many university in Yogyakarta. After ceremonial start with eaten the yellow rice, the principal submitting to all member of meeting for preparing accreditation of madrasah in this year by elaborating material of eight standard of education like; standard of content. standard of process, standard the competence of alumnus, standard educator and assistant education, standard media and pre media, standard of management, standard of defrayal, and standard of evaluation.

Read the rest of this entry ?

h1

Zuliadi in Memory

August 14, 2008

Zuliadi-Sugiharti Wedding Party

h1

Membiasakan Menulis

August 14, 2008

Tulisan anda sekecil apapun akan mampu memberikan manfaat bagi diri dan orang lain yang membacanya. Pelatihan yang pernah kami lakukan atas prakarsa Alumni MAN Yogyakarta I yang dimotori oleh Bapak Drs. H. Jarot Wahyudi, SH.MA. di Training Centre Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 1 Januari 2008 diikuti oleh 20 orang guru MAN Yogyakarta I. Pematerinya selain Bapak Jarot Wahyudi adalah Bapak Ahmad Kardimin, M.Hum. (Guru dan Dosen Bahasa Inggris yang telah banyak memiliki banyak karya dan tulisan) dan Bapak Surgana [Boss dan Direktur CV Venus Corporation Penerbit Terkenal di Yogyakarta(lihat: www.surgana.blogspot.com)]. Inilah kesan yang masih terngiang di benak penulis.

Menjembatani kreatifitas para guru madrasah untuk menulis terbitlah Jurnal Guru Madrasah edisi pertama pada bulan Pebruari 2008. Memang pada edisi pertama mayoritas penulisnya adalah guru-guru MAN Yogyakarta I, yaitu; penulis (zuliadi), Drs. Dadang Suyono, Sri Munarsih,S.Pd., Dra. Rahmi Prabawati, Purnomo Basuki, S.Pd., Ely Widayati, S.Pd., Tuslikhatun Amimah, S.Pd., Dzulhaq Nurhadi, S.Th.I., Drs.M.Nawawi, M.SI., Dra. Mutiah, tidak ketinggalan tulisan Bapak Jarot Wahyudi dan Bapak Kardimin serta resesi buku oleh Bapak Surgana. Sampai saat ini untuk mengisi edisi-edisi selanjutnya, masih menunggu karya-karya kreatif dari para guru Madrasah ke alamat surgana@gmail.com atau kardimin_0405@yahoo.com , jarotuinsuka@yahoo.com atau ke gurukreatif@yahoo.com sebab itu kami tunggu karya dan tulisan anda tentang Madrasah dan tulisan para Guru Madrasah untuk mengisi Jurnal Guru Madrasah Republik Indonesia tercinta.

Terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Drs. H. Jarot Wahyudi, SH.MA., Bapak Drs. Ahmad Kardimin, M.Hum., dan Bapak Surgana. Dan Allah SWT membalas jasa baik beliau semua dan semoga amal beliau membawa manfaat yang besar bagi Madrasah pada saat sekarang dan nanti. Amin.

h1

Membangun Kreatifitas Guru Melalui PTK

August 14, 2008

Pendahuluan

Sebagai seorang guru seharusnya menyusun dan membuat persiapan pembelajaran sesuai bidang studi atau mata pelajaran yang diampunya. Bagi guru pemula memang terkadang mengalami banyak kendala, namun berkat bimbingan para guru yang sudah berpengalaman, penyusunan persiapan tidaklah menjadi masalah yang serius. Program yang harus disusun meliputi: program tahunan, program semesteran, program semester yang memuat alokasi waktu, silabus atau pengembangan silabus, dan Rencana Program Pembelajaran (RPP).

Bagi guru yang kreatif dan atau telah mencapai jabatan Guru Pembina pangkat Pembina Golongan IVa seharusnya tidak mangalami kesulitan untuk menyusun karya-karya kreatifnya karena sudah banyak pengalamannya dalam pelaksanaan pembelajaran. Tinggal mau mengadakan penelitian atau tidak. Sehingga tidak ada istilah pepatah berhenti pada Jabatan Guru Pembina atau Pangkat/Golongan Pembina/IVa.

Bagi guru yang kreatif pelaksanaan pembelajaran dapat dijadikan bahan untuk menulis karya yang sering dikenal dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Manakala PTK ini disusun sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian, sejak mengajukan permasalahan peserta didik, proses pembelajaran dan pembimbingan yang dilakukan, sampai dengan hasil pembelajaran dan pembimbingan melalui evaluasi yang berkesinambungan, ini semua merupakan karya yang besar manfaatnya bagi pengembangan pendidikan.

Temukan permasalahan yang anda anggap paling pokok, vital, penting dan mendesak untuk diteliti sesuai dengan bidang studi yang anda ampu. Kemudian lakukan proses penelitian sejak persiapan, menyusun langkah-langkah penelitian, tindak lanjut dan analisis. Jika karya anda sidah tersusun dengan baik dan dijilid dengan rapi, kemudian mendapat pengesahan dari Kepala Madrasah dan Organisasi Profesi Guru di lingkungan anda, karya anda memiliki nilai tambah sebagai sebuah karya pengembangan profesi guru.

Pengertian

Penelitian tindakan kelas dalam literature bahasa Inggris disebut Classroom Action Research. Penelitian ini mampu menawarkan cara dan drosedur baru dalam memperbaiki dan meningkatkan profesionalisme guru dalam proses belajar mengajar di kelas dengan melihat berbagai indiketor keberhasilan proses dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa.

Jean Mc Niff (1992: 1) dalam bukunya yang berjudul Action Research: Principles and Practice memandang PTK sebagai bentuk penelitian reflektif yang dilakukan oleh guru sendiri yang hasilnya dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk pengembangan kurikulum, pengembangan sekolah, pengembangan keahlian mengajar, dan sebagainya.

Dalam PTK guru dapat meneliti sendiri terhadap praktik pembelajaran yang dia lakukan di kelas, guru dapat melakukan penelitian terhadap siswa dilihat dari aspek interaksinya dalam proses pembelajaran. Dengan melakukan PTK guru dapat memperbaiki praktik-praktik pembelajaran menjadi lebih efektif. Dengan melakukan PTK guru akan dapat meningkatkan kualitas proses dan produk pembelajarannya. PTK tidak harus membebani pekerjaan guru dalam kesehariannya, dan PTK dapat dilaksanakan secara terintegrasi dengan kegiatan sehari-hari. Sebab itu guru tidak perlu takut terganggu dalam mencapai target kurikulernya jika akan melaksanakan PTK.

Dalam PTK guru juga dapat melihat, merasakan dan menghayati apakah praktik-praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan memiliki efektivitas yang tinggi. Jika dengan penghayatan itu guru dapat menyimpulkan bahwa praktik-praktik pembelajaran tertentu seperti: umpan balik yang bersifat ferbal terhadap kegiatan siswa di kelas tidak efektif, cara bertanya guru di kelas tidak merangsang siswa untuk berfikir, dan sebagainya, maka guru dapat merumuskan secara tentative tindakan tertentuuntuk memperbaiki keadaan tersebut dengan melalui prosedur PTK.

Secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki atau meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas secara lebih professional, sebab itu PTK terkait erat dengan persoalan praktik pembelajaran sehari-hari yang dihadapi oleh guru.

Karakteristik PTK

Problema yang harus diangkat dan diselesaikan melalui PTK harus berangkat dari praktik pembelajaran sehari-hari yang dihadapi oleh guru. Jadi PTK akan dapat dilaksanakan jika guru sejak awal memang menyadari adanya persoalan yang terkait dengan proses dan produk pembelajaran yang dia hadapi di kelas, kemudian dari persoalan itu guru menyadari pentingnya persoalan tertentu untuk dipecahkan secara professional.

Jika seorang guru merasa bahwa apa yang dia praktikkan sehari-hari di kelas tidak bermasalah, PTK tidak diperlukan lagi bagi guru tersebut. Persoalannya adalah tidak semua guru mampu melihat sendiri apa yang telah dilakukan selama mengajar di kelas. Dapat terjadi guru melakukan kekeliruan selama bertahun-tahun dalam proses belajar mengajar. Sebab itu guru dapat meminta bantuan orang lain (guru lain atau ahli) untuk melihat apa yang selama ini dilakukan dalam proses belajar mengajarnya di kelas. Sehingga dapat melihat dan merumuskan persoalan pembelajaran di kelas, selanjutnya dapat melakukan PTK secara kolaboratif. Dari sini akan muncul kesadaran terhadap kemungkinan adanya banyak masalah diperbuat selama guru itu melaksanakan proses belajar mengajar.

Karakteristik lainnya adalah adanya tindakan-tindakan tertentu untuk memperbaiki proses belajar mengajar di kelas. Jika penelitian itu dilakuakn tanpa disertai tindakan-tindakan tertentu, maka jenis penelitian itu bukan PTK. Misalnya penelitian mengenai tingkat keseringan siswa dalam membolos. Guru mencoba berbagai tindakan untuk mencegah terjadinya pembolosan sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik dan efektif.

Tujuan PTK

Tujuan PTK adalah untuk meningkatkan atau perbaikan praktik pembelajaran yang seharusnya dilakukan oleh guru. Mc Niff menegaskan bahwa dasar utama bagi dilaksanakannya PTK adalah untuk perbaikan. Kata perbaikan disini terkait dengan proses pembelajaran.

Tujuan itu dapat dicapai dengan melakukan berbagai tindakan alternatif dalam memecahkan berbagai persoalan pembelajaran di kelas. Sebab itu focus PTK adalah terletak pada tindakan-tindakan alternatif yang direncanakan oleh guru, kemudian dicobakan dan kemudian dievaluasi apakah tindakan-tindakan alternatif itu dapat dipergunakan untuk memecahkan persoalan pembelajaran yang sedang dihadapi oleh guru.

Terjadinya proses latihan dalam jabatan selama proses PTK berlangsung. Disini guru akan banyak berlatih mengaplikasikan berbagai tindakan alternatif sebagai upaya untuk meningkatkan layanan pembelajaran. Guru akan lebih banyak mendapatkan pengalaman tentang ketrampilan praktik pembelajaran secara reflektif, dan bukannya bertujuan untuk mendapatkan ilmu baru dari PTK yang dilakukan. Sebagaimana Borg (1986) menyebutkan bahwa tujuan utama dalam penelitian tindakan ialah pengembangan keterampilan guru berdasarkan pada persoalan-persoalan pembelajaran yang dihadapi oleh guru di kelasnya sendiri, dan bukannya bertujuan untuk pencapaian pengetahuan umum dalam bidang pendidikan.

Manfaat PTK

Manfaat PTK antara lain:

1. Inovasi pembelajaran.

2. Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah/madrasah atau di tingkat kelas.

3. Peningkatan profesionalisme guru.

Dalam inovasi pembelajaran guru perlu selalu mencoba untuk mengubah, mengembangkan, dan meningkatkan cara mengajarnya agar dia mampu melahirkan model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan kelasnya. Guru melakukan PTK dari kelasnya sendiri, berangkat dari persoalannya sendiri, kemudian menghasilkan solusi terhadap persoalan tersebut, maka secara tidak langsung dia telah terlibat dalam proses inovasi pembelajaran. Dengan cara ini inovasi pembelajaran benar-benar berangkat dari realitas permasalahan yang dihadapi oleh guru dalam mengajar di kelas. Inovasi pembelajaran seperti ini akan lebih efektif disbanding dengan penataran-penataran untuk tujuan serupa.

Guru bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum dalam level sekolah dan atau kelas, PTK akan sangat bermanfaat jika digunakan sebagai sumber masukan .

Guru yang professional tentu tidak enggan melakukan perubahan-perubahan dalam praktik pembelajarannya sesuai dengan kondisi kelasnya. Guru yang professional perlu melihat dan menilai sendiri secara kritis terhadap praktik pembelajarannya di kelas. Dan adanya perbaikan pembelajaran dari waktu ke waktu. Perbaikan pembelajaran yang dapat dilakukan akibat dari diadakan PTK akan memungkinkan bagi guru, sebagai peneliti dalam PTK, untuk meningkatkan profesionalismenya secara sistematik dan sistemik.

Penerapan PTK

Ada petunjuk praktis dari Mc Niff yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Berangkatlah dari persoalan yang kecil dulu.

2. Rencanakan PTK secara cermat.

3. Susunlah jadwal yang realistic.

4. Libatkan pihak lain.

5. Buatlah pihak lain yang terkait terinformasi.

6. Ciptakan system umpan balik.

7. Buatlah jadwal penulisan.

Bentuk PTK

Ada beberapa bentuk PTK. Oja dan Smulyan (1989) membedakan adanya empat bentuk PTK, yaitu:

1. Guru sebagai peneliti.

2. Penelitian tindakan kolaboratif

3. Simultan-Terintegrasi.

4. Administrasi Sosial Eksperimental.

PTK berbentuk guru sebagai peneliti peran pihak luar sangat kecil dalam penelitian ini. PTK Kolaboratif melibatkan beberapa pihak guru, kepala sekolah maupun ahli secara serentak dengan tujuan untuk meningkatkan praktik pembelajaran. PTK Simultan Terintegrasi persoalan-persoalan pembelajaran yang diteliti dating dan diidentifikasi oleh peneliti dari luar, guru bukan pencetus gagasan terhadap persoalan apa yang harus diteliti dalam kelasnya sendiri, guru bukan sebagai innovator tetapi peneliti lain di luar guru. PTK Administrasi Sosial Eksperimental menekankan dampak kebijakan dan praktik, dan guru tidak dilibatkan dalam perencanaan, aksi, dan refleksi terhadap pembelajarannya sendiri di kelas.

Penutup

Selamat mencoba bagi yang belum pernah mengadakan penelitian. Bagi anda yang telah mengadakan penelitian teruskan kreatifitas anda dengan mengadakan serangkaian penelitian lanjutan yang masih banyak menunggu untuk terus dikaji dan dikaji ulang.

Bahan Pustaka:

Mc Niff, J. (1992) Action Research: Principles and Practice London: Routledge.

Oja, S.N., Smulyan, L. (1989) Collaborative Action Research: A Developmental Approach. London: The Falmer Press.

Suyanto, (1997/1997) Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas, Bagian ke-Satu Pengenalan PTK, IKIP Yogyakarta

h1

Kerja Bhakti 17-an 2008

August 10, 2008

KERJA BHAKTI 17-AN 2008
Hari ahad/minggu tanggal 10 Agustus 2008 merupakan hari yang dimanfaatkan untuk pelaksanaan kerja bhakti dan sering disebut dengan kerja bhakti massal, karena hampir semua kampung, RT/RW, di seluruh wilayah Kesatuan Republic ini bersama-sama menyelenggarakan bersih kampung, tempat tinggal bahkan semua lokasi ditata, dihias, dipoles, dan dibersihkan agar terlihat dan memberi kesan rapi, nyaman, asri, indah, sejuk, damai, dan seterusnya.
Sekaligus hari libur bagi tua, muda, miskin, kaya, pegawai, wiraswasta, pelajar, mahasiswa turun ikut serta kerja bhakti menyambut ulang tahun kemerdekaan RI ke-LXIII termasuk RW 13 Kelurahan Kadipaten Termasuk RT 44,45, dan 46. Dimotori oleh Bapak Sutopo Hadi, Nurdin Basori, Zuliadi, Joko Sukono, Sumardiyanto, dan Noviar beserta seluru warga RW tidak ketinggalan berpartisipasi. Terbersit dalam ingatan sebagaimana tahun-tahun sebelumnya setelah kerja bhakti juga diikuti dengan berbagai perlombaan yang diikuti oleh warga. Ada lomba special untuk anak-anak maupun untuk orang dewasa, bahkan khusus untuk lansia.
Kerja yang dilakukan di kampung kami meliputi mengecat kembali gardu ronda, pintu pagar kampung, pot-pot besar, membuat umbul-umbul dengan mempergunakan cat warna-warni disesuaikan dengan motif yang diinginkan. Minuman ringan dan snack maupun roti siap disantap untuk menambah penyemangat kerja bhakti kali ini.
Kenikmatan tersendiri manakala istirahat di siang atau menjelang siang hari yang dikenal dengan rolasan, asal dari dialek jawa maksudnya duabelasan, maksudnya ketika pukul dua belas bahkan selebelumnya para ibu-ibu sudah siap menyediakan makan khusus untuk makan siang dengan lauk pauk seadanya, tapi meskipun seadanya memenuhi standar gizi, rolasan kali ini di kampong kami Rorowijayan RW XIII Kelurahan Kadipaten Kecamatan Kraton rolasannya dimasak oleh ibu-ibu di rumah Ibu Surip penjual gudeg dan sebagai catering. Rolasan kali ini dengan bermenukan jangan ndeso, istilah ini untuk menyebut sayur dengan komposisi tahu, tempe, cabe, dengan dicampur potongan daging sapi disayur, dan tidak ketinggalan kerupuk. Sedangkan minumannyapun amat sederhana sekali yakni teh hangat atau fresh water, orang sudah terbiasa mengenalnya dengan nama aqua meskipun mereknya bukan aqua.
Ulang tahun kemerdekaan tinggal seminggu lagi, sebab itu marilah kita seluruh komponen masyarakat bersatu padu bersama-sama memajukan negeri ini dengan bersungguh-sungguh dalam aktifitas kerja disertai dengan karya sesuai dengan profesi kita masing-masing. Semoga Indonesia tetap jaya dalam menghadapi era kini dan nanti. Dengan tidak memadamkan dan tetap meneruskan semangat founding fathers negeri ini. Dirgahayu negeriku tercinta, Indonesia tetap merdeka, dengan warga negara yang tetap terus maju, dinamis, kreatif, penuh inisiatif, dan semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu memberkati kita semua, amin.

h1

Unggul bukan kesombongan

August 7, 2008

UNGGUL BUKAN KESOMBONGAN

Oleh: Zuliadi

Siapapun civitas MAN Yogyakarta I tentu tidak asing dengan kata ULIL
ALBAB kata ini bukan hanya nama dari Lembaga KIR di madrasah ini yang
sudah go nasional tetapi yang lebih melekat pada seluruh civitas
adalah kata ini merupakan singkatan dari visi MAN Yogyakarta I yang
terdiri dari kata UngguL ILmiah AmaLiah iBAdah dan Bertanggungjawab.
Visi ini dituangkan dan disepakati sejak akhir decade tahun 1980-an
sampai sekarang.
Visi adalah arah yang diidealkan oleh suatu institusi, organisasi,
lembaga atau apapun namanya. Sehingga apabila orang yang secara
langsung menjadi bagian dari lembaga harus mengetahuinya. Jika tidak
demikian maka ada sutu kekurangan atau kepincangan menuju ke arah yang
akan dituju bersama dan tidak diketahui secara jelas serta
keseluruhan, akhirnya dapat menghambat laju pelaksanaan yang tertuang
dalam misi.
Ke lima kata yang tertuang dalan visi ini memang berat untuk menuju
kesana atau mewujudkannya. Tanpa dibekali dengan persiapan yang
mantap, sarana prasarana dan human resource yang mendukung ke arah
kesana meskipun kelima kata ini masih dijelaskan pula dengan
indikator-indikator yang mengarah ke sana. Indikator itu adalah:
Apabila civitas MAN Yogyakarta I tidak mengenal visi ini maka ada yang
salah dalam mensosialisasikan dan mengkomunikasikannya, lebih salah
besar jika civitas tidak mengetahui visi dan misi madrasah dan
demikian ini bahkan menjadi penghambat laju perjalanan lembaga menuju
yang diidealkan.
Contohnya dalam memahami kata Unggul yang mudah-mudahan tidak
menjadikan kesombonmgan, takabur atau superior. Jika memang menjadi
unggul dan memiliki keunggulan. Memang suatu hal yang berat untuk
dapan memfasilitasi dan menjadi agent of change bagi keunggulan murid
sekarang nantinya. Sehingga untuk memperkuat pemahaman visi dan misi
dalam bersama-sama melangkah ke depan MAN Yogyakarta I pada tanggal 4
dan 5 Januari akan mengadakan workshop di PPPG Matematika Yogyakarta
dengan fokus kerja Penyempurnaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP) yang diberlakukan Tahun Pelajaran 2008-2009, penyusunan Silabus
dan RPP semester genap tahun ini, serta RAPBM Tahun 2008-2009 ataupun
Rencana Strategis (Renstra) MAN Yogyakarta I ke depan.
Besar harapan kita semua semoga workshop yang dilaksanakan sukses dan
mampu mengantarkan arah kedepan Madrasah yang semakin jelas bagi
seluruh civitas terutama segenap guru dan karyawan MAN Yogyakarta I.

Yogyakarta, 2 Januari 2008

h1

Doa dan Tadarus Ala MAN Yogyakarta I

August 7, 2008

DO’A DAN TADARUS ALA MAN YOGYAKARTA 1

Oleh : Zuliadi

Guru MAN Yogyakarta I

Semua madrasah di Indonesia tidak ketinggalan memperhatikan kegiatan keagamaan yang dinamakan Do’a dan Tadarus. Bahkan Do’a merupakan inti dari ibadah, sedangkan tadarus yang kata utamanya adalah d-r-s yang berarti belajar. Tadarus dipahami oleh kaum muslimin di Indonesia sebagai membaca al-Qur’an secara tartil baik dan benar.

Sudah tahun yang ke empat MAN Yogyakarta I melaksanakan do’a dan tadarus di pagi hari sebelum pembelajaran dimulai yaitu pikul 07.00 WIB sampai dengan pukul 07.10 WIB (khusus untuk hari senin kondisional). Alunan do’a dan tadarus yang dipandu melalui audio room oleh pemandu diikuti oleh seluruh civitas dalam mengawali aktivitas setiap hari. Lafal do’a yang dilantunkan adalah :

Bismillahirrahmanirrahim Asyhadu an la ilaha illallah Wasyhadu anna Muhammadar Rasulullah Allahummanfa’ni bima allamtani wallimni ma yanfa’uni Wazidni ilma, Walhamdulillahi ala kulli hal, Waa’udzubillahi min ’adzabinnar, Walhamdulillahirabbil alamin. Artinya: Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi Maha Penyayang, Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan saya bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah. Yaa Allah, berilah kemanfaatan atas ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah ilmu yang bermanfaat bagiku, serta tambahkanlah ilmuku, Segala puji bagi Allah atas segala keadaan, dan aku memohon perlindungan kepada Allah dari siksa neraka.

Alhamdulillah selama pelaksanaan tadarus sampai saat ini dapat berlangsung secara baik dan lancar. Suasana keheningan kekhusyukan mengawali aktifitas pembelajaran di madrasah ini.

Namun terkadang manakala guru yang mengajar jam pertama belum hadir dan siswa di kelas yang bersangkutan tidak bisa menjaga kekhusukan, malah dapat ”mengundang syetan” ini istilah yang populer disampaikan oleh kepala madrasah kami. Sebab itu marilah kita semua civitas MAN Yogyakarta I bersama-sama mengusir syetan yang mungkin masih belum kita sadari. Bisa juga kelas yang tidak ditunggui guru menjadi ramai siswanya pada ngomong sendiri kedengaran mengganggu kekhusyukan yang sedang berdo’a inilah yang dinamakan syetan datang, sehingga mengakibatkan tidak khusyu’ dan mengganggu kelas lainnya.

Syukur manakala kelas sudah selalu terkondisi biasa berdo’a dan tadarus dengan tertib sehingga syetan tisak mudah datang karena memang tidak diundang, meskipun kelas tidak ditunggui guru pada jam pertama. Memamng ada dua orang guru piket piket BK satu orang dan piket waka satu orang, demikian pula ibu atau bapak guru rumpun pengetahuan agama yang harus concern dengan kondisi yang mungkin muncul di 21 kelas.

Semoga saja yang sedah habitual dan baik di MAN Yogyakarta I tentang do’a dan tadarus ini tetap dilaksanakan dan ditingkatkan kepedulian dan keikutdertaan seluruh civitas madrasah sehingga tidak adalagi suara-suara yang mengganggu kekhusyukan dan keheningan selama pukul 07.00 WIB sampai dengan 07.10 WIB, dengan tiada lagi kelas yang kosong atau ramai, tidak adda lagi orang yang teriak-teriak dengan suara yang keras, tidak ada lagi suara televisi atau tape yang mampu mengundang syetan. Amin.